Manfaat Mental
1. Meningkatkan kinerja kognitif
Dalam menari diperlukan ritme sesuai musik yang dimainkan. Selain itu, diperlukan ingatan terhadap gerakan yang dilakukan. Hal ini akan meningkatkan kemampuan berpikir pelakunya.
Menurut beberapa penelitian, para ilmuwan telah menemukan, area otak yang mengontrol ingatan dan keterampilan, seperti perencanaan dan pengorganisasian, meningkat dengan olahraga seperti menari.
2. Menantang otak
Beberapa jenis menari rupanya sangat berguna untuk melatih kekuatan otak, karena itu sangat menantang.
Kekuatan otak yang dibutuhkan untuk menari, mengharuskan untuk fokus pada perubahan gerakan yang konstan dan mengingat gerakan dan pola. Hal ini Ini adalah bentuk latihan mental yang sangat baik untuk pikiran.
Manfaat Emosional
1. Memberikan rasa senang
Baca Juga: Deretan Manfaat Menulis Jurnal, dari Mengurangi Stres hingga Depresi
Dengan menari, akan memberikan rasa senang pelakunya. Selain itu, banyaknya jenis tarian membuat siapa saja dapat melakukannya. Oleh karena itu menari akan memberikan kebahagiaan terhadap siapa saja.
2. Meningkatkan kemampuan sosial
Menari selain diri sendiri, biasanya dilakukan secara bersamaan. Melakukan hal bersama dengan banyak orang akan meningkatkan kemampuan sosial seseorang.
Hal ini karena harus koordinasi dengan orang lain. Selain itu, dengan melakukan menari bersama akan membuat hubungan antara orang tersebut. Hal ini sangat baik untuk kesehatan sosial dan emosional diri.
3. Membantu meningkatkan suasana hati
Gerakan tarian yang ekspresif memungkinan diri untuk melepaskan beban yang ada pada otak. Hal ini akan membuat tubuh terbebas dari pikiran-pikiran negatif sehingga suasana hati menjadi baik.
Berita Terkait
-
Klinik Safe Space, Dukungan Baru untuk Kesehatan Fisik dan Mental Perempuan Pekerja
-
Ulasan Novel The Art of a Lie: Saat Politik dan Kejahatan Menari Bersama
-
Hati-hati Pola Tidur Berantakan! Ini Dampaknya pada Otak, Emosi, dan Kesehatan Fisik
-
Langkah Mudah Bikin Hari Jadi Positif
-
Joging Efektif Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2, Benarkah?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital