Suara.com - Musim dingin tidak hanya membuat kulit lebih mudah kering, tetapi juga membuat bibir kering dan pecah-pecah. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang lebih parah atau terus-menerus, terutama pada kulit yang lebih lembut.
Menurut Emma Coleman, seorang perawat dermatologi dan estetika, suhu dingin yang ekstrim sekaligus panas bisa menyebabkan kulit di sekitar bibir lebih rapuh, sehingga mudah dehidrasi dan nyeri.
"Bibir sangat rentan mengalami hal ini karena sering terpapar elemen. Kulit di sekitar bibi juga lebih tipis daripada bagian tubuh lain dan tidak memiliki kelenjar minyak," jelas Emma Coleman dikutip dari Metor UK.
Sehingga, bibir bisa menjadi kering, pecah-pecah dan mudah mengelupas ketika cuaca panas maupun dingin. Kondisi ini dikenal sebagai cheilitis umum.
Tapi, Anda bisa mencegah kondisi ini dengan menggunakan pelembap bibir yang mengandung pengemulsi, seperti shea butter.
"Tujuan utamanya adalah mengunci kelembapan bibir. Jadi, gunakan atau oleskan ini sepanjang hari dan sebelum tidur," jelasnya.
Meski begitu, pelembap yang harum bisa mengiritasi bibir kering. Jadi, pilihlah produk yang lembut dan tidak beraroma.
Jika Anda ingin menghilangkan kulit bibir yang mengelupas, Anda bisa melakukannya dengan lembut lewat mengaplikasikan lip balm atau krim.
Selain mengandalkan produk perawatan bibir, Emma juga mencatat beberapa langkah yang bisa dilakukan sehari-hari untuk mencegah bibir pecah-pecah.
Baca Juga: Ahli Peringatkan Potensi Munculnya Varian Baru Virus Corona di Indonesia
1. Minum air
Jaga diri tetap terhidrasi agar kulit bibi yang lembut tetap lembap dan sehat.
2. Cuci tangan
Jangan pernah menyentuh bibir tanpa mencuci tangan, sehingga Anda tidak memasukkan bakteri berbahaya ke dalam mulut.
3. Jangan menjilat bibir
Banyak orang suka menjilat bibir ketika terasa kering atau pecah-pecah. Padahal air liur yang terlihat melembabkan justru menghilangkan kelembapan bibir dan menambah masalah bibir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli