Suara.com - Pada akhir Desember 2020 lalu, strain baru virus corona Covid-19 ditemukan setidaknya di 3 wilayah Inggris, yakni bagian Tenggara, London dan Inggris Timur. Varian baru virus corona ini pun dianggap telah menyebabkan lonjakan kasus.
Tetapi, baru-baru ini para ilmuwan telah berhasil mencari tahu penyebab prevalensi strain baru virus corona ini. Sebuah penelitian yang diterbitkan di pusat pemodelan matematis penyakit menular telah menyelidiki penularan strain virus corona baru.
Studi itu mencatat kontak sosial dan data mobilitas menunjukkan bahwa peningkatan prevalensi relatif di Inggris tidak mungkin disebabkan oleh efek pendiri.
Jika wilayah tertentu memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sebagai hasil dari interaksi sosial yang lebih. Maka, varian genetik itu lebih umum muncul di wilayah ini dan bisa menjadi lebih umum secara keseluruhan.
"Tapi, kami tidak menemukan bukti perbedaan interaksi sosial antara wilayah dengan prevalensi tinggi dan rendah, seperti yang diukur oleh data survei kontak sosial dan mobilitas Google," jelas para ilmuwan dikutip dari Express.
Pemisahan yang jelas antara kontak sosial dan penularan selama November dan Desember 2020 bisa mengindikasikan perubahan karakteristik virus corona Covid-19 tersebut.
Varian baru virus corona ini nampaknya lebih meningkat selama periode terakhir penguncian nasional dan terus meningkat setelah penutupan. Meskipun banyak daerah yang terdampak varian baru virus corona pada tingkat pembatasan tertinggi.
Studi ini juga menemukan bahwa semua wilayah NHS diproyeksikan mengalami gelombang lanjutan kasus virus corona Covid-19 dan kematiannya akan memuncak pada musim semi 2021 di London, Tenggara serta Inggris Timur dan pada musim panas 2021 di bagian Inggris lainnya.
Dengan tidak adanya peluncuran vaksin yang substansial, maka kasus sakit, rawat inap, perawatan ICU dan kematian akan meningkat di tahun 2021 dan akan melebihi dari kasus 2020 lalu.
Baca Juga: Deteksi Varian Baru Virus Corona, Menkes Budi Minta RS Kirim Sampel Pasien
"Penutupan sekolah pada 2021 bisa membantu mencegah melonjaknya kasus virus corona Covid-19," ujarnya.
Selain itu, penerapan protokol kesehatan yang ketat juga bisa mencegah peningkatan kasus virus corona Covid-19.
Berita Terkait
-
Wuhan Promosikan Pariwisatanya, Warganet di Twitter Malah Ngamuk Ingat Awal Mula Virus Corona
-
Aksi Protes Pembatasan COVID-19 di China dan Penangkapan Jurnalis, Ribuan Massa Turun ke Jalan
-
Kasus Positif Covid-19 di RI Bertambah 6.699 Orang Pada Jumat Ini
-
Pasien Covid-19 Varian Alpha, Delta dan Omicron Hembuskan Virus Lebih Banyak
-
Inggris akan Luncurkan Vaksin Covid-19 Baru, Ini Efek Sampingnya!
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial