Suara.com - Peradangan adalah sesuatu yang tidak terlihat pada tubuh, tetapi bisa berubah menjadi masalah besar. Peradangan bisa berupa masalah kesehatan, seperti kembung, sakit perut, nyeri sendi dan nyeri otot.
Jika Anda memiliki terlalu banyak peradangan dalam tubuh, maka Anda berisiko terkena berbagai penyakit. Dalam hal ini, stres kronis salah satu penyebab utama infeksi.
Meskipun semua orang disarankan mengonsumsi makanan anti-inflamasi dan menghindari pemicu peradangan seperti makanan olahan. Tetapi, dilansir dari Times of India, berikut daftar kebiasaan sehat yang bisa memicu peradangan.
1. Lebih banyak tidur di akhir pekan
Banyak orang mungkin lebih sering kurang tidur di hari-hari biasa. Sehingga mereka seolah akan balas dendam dengan lebih banyak tidur di akhir pekan.
Padahal kurang tidur salah satu faktor terbesar yang bertanggung jawab atas peradangan tingkat rendah. Tidur membantu mengembalikan semua proses dalam tubuh, termasuk neurotransmiter, produksi hormon, kekebalan dan kesehatan sistem pencernaan.
Sehingga Anda harus emmiliki jadwal tidur yang konsisten, yakni antara 7 hingga 9 jam sesuai dengan saran National Sleep Foundation.
2. Konsumsi suplemen
Multivitamin hanya membantu Anda memenuhi kebutuhan nutrisi dan tidak bisa menggantikan nutrisi utuh dari makanan. Anda tidak bisa mendapatkan semua nutrisi yang Anda pilih dari tablet vitamin tersebut.
Baca Juga: Dokter Sebut Infeksi Ulang Virus Corona Bisa Terjadi, Siapa yang Berisiko?
3. Terlalu banyak membakar kalori dengan olahraga
Olahraga memang cara terbaik untuk mengatasi stres pada tubuh. Tapi, stres bisa membawa kebaikan pada tubuh dengan memberikan bahan bakar dan istirahat yang tepat.
Selain itu, terlalu sering olahraga dan latihan intensitas tinggi setiap hari tanpa mengisi bahan bakar tubuh bisa menyebabkan peradangan. Di sisi lain, olahraga ringan selama 20 menit bisa mengurangi peradangan secara keseluruhan.
4. Menghindari konsumsi camilan manis
Sebuah penelitian kecil tahun 2018 menemukan bahwa cokelat hitam dengan 70 persen kakao bisa memiliki efek menguntungkan pada stres. Cokelat hitam memiliki sifat anti-inflamasi sehingga Anda harus mengonsumsinya.
5. Bangun terlalu pagi untuk olahraga
Pagi hari mungkin momen yang tepat untuk olahraga. Tetapi, bangun terlalu pagi untuk olahraga juga bukan pilihan terbaik.
Karena, jumlah tidur yang cukup memberikan banyak manfaat kesehatan, lebih penting untuk tidur pada jam-jam tertentu dan olahraga tidak terlalu pagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia