7 – 9 bulan
Pada bagian ini, biasanya adalah masa-masa menggemaskan. Mereka akan mulai merangkak bergerak maju atau mundur. Selain itu, usia 7 – 9 bulan mereka akan mulai berbicara terutama kata “Mama” dan “Papa”.
Mereka juga mulai mengenal tepuk tangan dan memainkan permainan serta candaan “ciluk ba”. Tahap ini juga menjadi waktu mereka untuk mencoba berdiri.
10 – 12 bulan
Usia 10 – 12 bulan menjadi bagian terakhir dari tahap bayi. Biasanya mereka akan mulai memberi makan dirinya sendiri. Selain itu pada tahap ini mereka juga sudah bisa berjalan. Mereka juga mengenal permainan imajinasi, yaitu berpura-pura menjadi sesuat. Kata-kata yang diucapkan juga banyak dan lebih sering berbicara.
3. Balita
Usia balita biasany antara satu hingg tiga tahun. Pada usia ini anak akan berjalan tanpa bantuan orang tua. Mereka jiuga sudah bisa melompat atau menaiki tangga.
Selain itu, pada tahap ini mereka sudah bisa menggenggam benda, dan menumpuknya. Kemampuan berbicara mereka juga menjadi lebih baik. Biasanya, mereka menggunakan kalimat-kalimat pendek dan meniru apa yang orang bicarakan.
4. Prasekolah
Baca Juga: Balita Diberi Campuran Telur Mentah dan Susu, Ibu Ini Diprotes Warganet
Usia prasekolah ini biasanya antara tiga sampai lima tahun. Pada tahpp ini mereka akan mengasah kemampuan motoriknya, mulai dari jelempar bola, melompat, berdiri dengan atu kaki, dan berpakaian sendiri.
Selain itu, pada tahap ini merupakan sebagai waktu mereka gemar bermain dan mencari tahu hal-hal yang membuatnya penasaran.
5. Usia sekolah
Perkembangan tahap usia sekolah yaitu enam sampai 12 tahun. Anak mulai mampu melakukan hal sendiri, bertanggung jawab dan percaya diri.
Biasanya tahap ini adalah hal yang penting untuk anak meningkatkan kemampuan sosialnya. Mereka akan mencoba menjalin hubungan dengan teman sebayanya. (Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
Pemerintah Minta Perkembangan Anak Penerima MBG Dipantau, Dari IQ Sampai Tinggi Badan
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ada Pelajaran Parenting di Balik Film Na Willa
-
Winter Festival JEYC Jadi Ruang Belajar Holistik bagi Tumbuh Kembang Anak
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia