Suara.com - Akun Instagram Lambe Turah mengunggah tangkapan layar Instagram Story yang memperlihatkan seorang wanita memborong sabun yang mengandung Povidone Iodine 7,5%, pada Rabu (13/1/2021).
Dalam keterangan foto dikatakan sabun tersebut digunakan untuk mandi dan dipercaya dapat membunuh virus corona.
"Barusan gak sengaja denger ada yang belanja di Guardian. Beli sabun betadine warna merah ini banyak banget katanya buat temen-temennya yang abis liburan semua harus mandi pake ini pas pulang ke rumah," tulis pengunggah Instagram Story.
Menurut pengunggah, sabun ini dapat digunakan setiap hari untuk membersihkan tubuh dari paparan virus corona.
"Kalo habis keluar rumah harus mandi pakai ini. Ada penelitiannya buat Covid. Kamu harus tuh, kan, masih main sepeda sama kerja. Balik rumah mandinya pakai ini."
Berdasarkan Alodokter, Povidone iodine merupakan antiseptik untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka ringan, sepeti terjatuh, terbakar, hingga luka akibat sayatan benda tajam.
Cara kerja cairan ini adalah dengan merusak sel kuman dan membuatnya menjadi tidak aktif.
Selain untuk membersihkan luka, dokter umum yang berpraktik di Klinik Angsamerah, dr. Adiyana Esti Purwaningrum, menjelaskan bahwa povidone iodine digunakan untuk disinfeksi kulit sebelum dan sesudah operasi.
Umumnya, penyedia layanan kesehatan akan menggunakan cairan ini untuk mendisinfeksi tangan dan kulit orang yang mereka rawat.
Baca Juga: Buntut Tak Pakasi Masker, Satgas COVID-19 Coret Nama Raffi Ahmad
Cairan ini memang dapat digunakan pada keadaan perlu antiseptik kuat, seperti dokter di ruang operasi, luka yang harus didisinfeksi, atau infeksi kulit serius.
Namun, dokter yang akrab disapa Esti ini menjelaskan bahwa penggunaan cairan ini dalam kondisi normal justru berbahaya.
"Bila kulit normal menggunakan sabun tersebut tanpa indikasi tadi, maka akan membunuh keseimbangan bakteri penjaga kulit," terang Esti, saat dihubungi Suara.com, Kamis (14/1/2021).
Ia menambahkan, apabila keseimbangan bakteri rusak, kulit akan mudah mengalami masalah seperti menjadi kering, gatal, hingga mudah berjerawat ketika penggunaan dihentikan.
Pemakaiannya pun tidak bisa sembarangan. Ikuti anjuran dokter dan perlu membaca informasi yang tertera pada kemasan obat sebelum menggunakan cairan ini.
Selain itu, jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien