Suara.com - Dalam menjalin hubungan pasti tidak semua berjalan lancar begitu saja. Ada waktunya di mana pasangan akan mengalami perdebatan. Konflik dan ketidaksepakatan adalah bagian dari kehidupan pernikahan. Namun, untuk orangtua saat sudah memiliki anak harus bisa mengontrol emosi ketika mengalami perdebatan dengan pasangan.
Segala hal yang dilakukan di hadapan anak akan berpengaruh pada dirinya, baik dari segi fisik dan mentalnya. Inilah sebab mengapa orangtua harus memastikan bahwa semua perkelahian dan pertengkaran di depan anak-anak dilakukan dengan cara yang tidak merugikan mereka. Tidak jarang perkelahian membuat anak menjadi depresi. Untuk itu di bawah ini terdapat hal-hal yang harus dilakukan orangtua saat berdebat di hadapan anak:
1. Jangan pernah melecehkan satu sama lain
Saat bertengar atau berdebat dengan pasangan usahakan untuk tidak melecehkan satu sama lain, baik secara fisik atau memanggil nama jelek di depan anak. Usahakan untuk mengontrol emosi satu sama lain. Apa yang diucapkan orangtua akan sangat berpengaruh terhadap anak.
2. Hindari saling berteriak atau saling mengancam
Berteriak dan saling mengancam akan berdampak negatif pada anak. Kemarahan di luar kendali dapat menjadi contoh buruk bagi anak-anak. Hal ini akan mempengaruhi sikapnya dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
3. Jangan bahas masalah pengasuhan anak
Jangan pernah bahas masalah pengasuhan anak. Hal ini akan membuatnya merasa kalau orang tuanya tidak menyayangi dirinya. Apalagi, jika kemungkinan besar hubungan akan berakhir dengan perceraian. Usahakan untuk menahan membahas hal ini di hadapan anak.
4. Cobalah tidak mengungkit masalah di luar topik
Baca Juga: Romantis Berujung Apes, Gombalan Pria Ini Dituduh Merendahkan Orangtua
Saat bertengkar hindari membahas topik lain di luar bahasan saat itu. Hal ini untuk mencegah masalah semakin besar. Jika hal itu dilakukan, anak akan semakin tertekan. Usahakan untuk menyelesaikan permasalahan yang saat itu dibahas terlebihh dahulu.
5. Hindari menyeret argumen untuk waktu yang lama
Jangan berdebat atau bertengkar dalam waktu yang lama. Hal ini dapat membuat anak tertekan. Selain itu, menyelesaikan masalah dalam waktu yang cepat akan membuat anak belajar jika permasalahan harus diselesaikan dengan cara dewasa.
6. Jangan pernah melibatkan anak dalam argumen
Saat sedang berargumen, jangan pernah membawa anak di dalamnya. Hal ini akan membuat anak berpikir ia harus memilih salah satu dari orang tuanya. Ia juga akan merasa bingung dan tertekan, serta menyalahkan dirinya sendiri karena menjadi penyebab perkelahian tersebut.
7. Yakinkan saling mencintai satu sama lain ke anak
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan