Suara.com - Kebutuhan alat tes Covid-19 dengan akurasi tinggi meningkat di dunia, seiring bertambahnya jumlah kasus Covid-19.
Menyadari hal tersebut, Turki mengembangkan alat tes berantai rantai polimerase (PCR), bernama n-FasT yang dibuat oleh para insinyur Turki di Universitas Teknik Timur Tengah (METU) di ibu kota Ankara.
Hal ini membanggakan karena tingkat akurasi hingga 97 persen dan telah mengurangi waktu tunggu hingga 30 menit, ungkap Emre Deli, seorang peneliti senior di Nanografi Nano Technology, perusahaan Turki yang memproduksi tes kit tersebut.
"Tes Covid-19 kami termasuk yang terbaik di dunia; tingkat akurasinya sangat tinggi. Otoritas kesehatan Turki telah menyetujui n-FasT dan digunakan di dalam dan luar negeri," kata dia kepada Anadolu Agency.
Dia mengatakan tes kit ini harganya lebih murah dan juga lebih mudah digunakan daripada alat yang lain, yang menyebabkan peningkatan permintaan di seluruh dunia, terutama di Asia Tengah, Afrika, dan Amerika Selatan.
Sementara itu, di Jepang alat tes Covid-19 yang menggunakan ulat sutra tengah dikembangkan oleh Kyushu University.
Takahiro Kusakabe, seorang professor di Departemen Ilmu Bioresource, menemukan bahwa salah satu dari 450 spesies ulat sutra yang diteliti di universitas tersebut dapat memproduksi sejenis protein yang dapat digunakan dalam produksi vaksin.
Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Kusakabe pun akhirnya berhasil mengembangkan sebuah protein buatan yang memiliki struktur identik dengan protein yang ada di permukaan virus corona. Protein inilah yang kemudian digunakan untuk mengembangkan alat tes yang dapat mendeteksi adanya antibodi virus corona dalam darah.
Dilansir dari Kyodo News, dengan alat tes ini, masyarakat dapat melakukan tes tanpa harus datang ke institusi kesehatan. Mereka cukup mengirimkan sedikit sample darah mereka.
Baca Juga: Kampus Ini Sediakan Vending Machine Berisi Alat Tes Covid-19 Gratis
Tidak seperti tes PCR yang bisa meihat apakah seseorang tengah terinfeksi virus corona, tes ini menentukan apakah seseorang sebelumnya pernah terinfeksi virus tersebut.
Tes ini dipatok dengan harga sekitar 5.000 yen atau sekitar Rp 700.000 rupiah, dan membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk mendapatkan hasilnya.
Berita Terkait
-
Adu Domba AS-Israel? Iran Bantah Rudal Mereka Serang Turki, Erdogan Buka Suara
-
Youth Break the Boundaries Umumkan Pemenang Istanbul Youth Summit 2026 di Turki
-
Negara Mana Saja yang Terancam Greater Israel? Ini 7 Wilayah yang Berisiko
-
Usai Iran, Kini Turki Dianggap Ancaman: Apa Itu Greater Israel?
-
Perang Lawan Iran Belum Kelar, Israel Kini Sebut Turki Target Selanjutnya
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
Terkini
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui