Suara.com - Anemia merupakan kondisi kekurangan sel darah merah pada tubuh, di mana gejalanya antara lain pusing, pucat, lemas, dan cepat lelah. Meski bisa menyerang siapa saja, anemia rentan terjadi pada ibu hamil.
Anemia saat hamil dapat menyebabkan risiko kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah, dan bahkan kematian ibu. Meskipun kebanyakan ibu hamil mengalami anemia ringan, tetap saja kondisi ini membutuhkan penanganan lebih lanjut agar bisa menjadi masalah serius selama kehamilan. Sebab, kekurangan sel darah merah akan menghambat pemindahan oksigen sehingga berpengaruh pada fungsi organ tubuh janin yang sedang berkembang.
Berikut beberapa penanganan yang dapat dilakukan untuk mencegah anemia saat hamil, seperti dilansir dari Healthline.
1. Vitamin prenatal
Mengonsumsi vitamin prenatal dapat memberikan tambahan zat besi dan asam folat bagi tubuh. Vitamin prenatal idealnya dikonsumsi 2-3 bulan sebelum melakukan program kehamilan.
2. Suplemen zat besi
Anda bisa meminta rekomendasi suplemen zat besi dari dokter. Tanyakan juga dosis dan aturan mengonsumsinya, karena mungkin saja kebutuhan setiap orang berbeda-beda.
3. Konsumsi nutrisi yang tepat
Beberapa makanan diketahui dapat membantu mencegah anemia dengan mencukupi kebutuhan zat besi bagi tubuh, di antaranya unggas, ikan, daging merah tanpa lemak, kacang polong, biji-bijian, sayuran berdaun gelap, sereal yang diperkaya zat besi, telur, dan buah-buahan seperti pisang dan melon. (Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya