Suara.com - Makanan yang Anda konsumsi pagi hari akan memengaruhi kesehatan. Karena, makanan tertentu bisa merusak usus jika dikonsumsi dalam kondisi perut kosong.
Rupali Datta, seorang konsultan ahli gizi telah menyarankan beberapa makanan dan minuman yang seharusnya dihindari ketika perut kosong.
Rupali Datta juga menyarankan Anda memberi waktu pada sistem pencernaan untuk mulai berfungsi setelah tidur berjam-jam dan harus sarapan setidaknya 2 jam setelah bangun.
Berikut ini dilansir dari NDTV, makanan dan minuman yang harus dihindari ketika perut kosong.
Konsumsi makanan pedas ketika perut kosong bisa mengiritasi lapisan lambung yang menyebabkan asam reaksi dan kram. Karena makanan pedas bersifat menyengat, makanan ini bisa memicu gangguan pencernaan di pagi hari.
2. Makanan dan minuman manis
Sebagian besar orang berpendapat minum segelas jus buah sangat pas untuk memulai pagi hari. Tapi, Rupali menyarankan untuk tidak minum jus buah di pagi hari karena bisa menambah beban ekstra pada pankreas yang masih bangun setelah istirahat berjam-jam.
Dalam kondisi perut kosong, gula dalam bentuk fruktosa pada buah-buahan bisa menyebabkan liver berlebih. Bahkan gula olahan menjadikannya lebih buruk, jadi hindari makanan penutup atau minuman yang terlalu manis.
Baca Juga: Selain 3M, Ahli Sarankan Disinfeksi Sikat Gigi untuk Cegah Virus Corona
Minuman bersoda buruk bagi kesehatan, tak peduli jam berapa Anda meminumnya. Tapi, konsumsi minuman bersoda ketika perut kosong bisa lebih buruk bagi sistem pencernaan.
Karena, asam berkarbonasi bercampur dengan asam lambung bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti mual dan gas.
Sebab, perut Anda mengeluarkan asam untuk membantu pencernaan. Jika tidak ada makanan di perut, Anda hanya akan memasukkan asam tambahan ke dalam sistem pencernaan dan ini bisa menyebabkan perut kram atau nyeri.
4. Minuman dingin
Lebih baik memulai hari dengan minum segelas air hangat dan madu. Tapi, banyak orang tergoda menegak segelas air dingin, es teh atau es kopi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem