Suara.com - Para akademisi menjelaskan bahwa konsumsi daging bisa memicu pandemi di masa depan. Hal ini disebabkan karena prosuksi daging menciptkan tempat sempurna untuk berkembang biaknya penyakit.
Melansir dari Independent, para ahli dari PBB dan Otoritas Keamanan Pangan Eropa sebelumnya telah mengidentifikasi industri peternakan hewan sebagai penyebab sebagian besar penyakit menular baru pada manusia dalam dekade terakhir. Mereka juga memperingatkan risiko terjadinya pandemi baru.
Penyakit zoonosis atau penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia telah meningkat empat kali lipat lebih sering terjadi dalam 50 tahun terakhir.
Hewan yang dipelihara dalam kurungan tertutup, baik di pasar jalanan atau peternakan intensif rentan terhadap penyakit karena tekanan kondisi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa secara global, sekitar satu miliar kasus penyakit dan jutaan kematian terjadi setiap tahun dari zoonosis. Setidaknya 75 persen penyakit menular zoonosis yang muncul berasal dari hewan liar.
"Permintaan akan daging mendorong praktik peternakan yang lebih murah dan kurang terkontrol, menjejalkan lebih banyak hewan ke ruang yang lebih kecil, memberi mereka makanan yang lebih sedikit," kata Prof Aliza le Roux, asisten dekan ilmu alam dan pertanian dan profesor zoologi di University of the Free State (UFS).
"Akan ada lebih banyak pandemi, sekarang ini hanya sekedar persiapan untuk pandemi besar yang nyata di masa depan," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance