- BPOM Batam mengeluarkan peringatan tegas kepada apotek agar tidak menjual antibiotik keras tanpa resep dokter.
- Pengawasan intensif dilakukan di fasilitas kesehatan karena tingginya persentase penjualan antibiotik tanpa resep terdeteksi di lapangan.
- BPOM akan menindak tegas oknum penjual ilegal serta memberikan pembinaan bagi apotek yang melanggar aturan.
Suara.com - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh apotek agar tidak lagi menjual obat antibiotik tanpa disertai resep resmi dari dokter.
Langkah ini merupakan upaya krusial untuk mencegah penyalahgunaan obat dan mengurangi risiko serius resistensi anti-mikroba yang kini menjadi ancaman kesehatan global.
Kepala BPOM Batam, Ully Mandasari, mengungkapkan bahwa hasil pengawasan di lapangan menunjukkan persentase penjualan obat antibiotik tanpa resep dokter di wilayah tersebut masih tergolong cukup tinggi.
"Makanya, kami bersama pemangku kepentingan terkait gencar mengawasi peredaran antibiotik, baik di apotek, puskesmas hingga rumah sakit," kata Ully usai kegiatan pencegahan resistensi anti-mikroba di Kota Tanjungpinang, Kamis.
Antibiotik diklasifikasikan sebagai golongan obat keras yang ditandai dengan logo "K". Sesuai aturan, obat ini hanya boleh dijual secara terbatas di apotek-apotek resmi dan wajib menggunakan resep dokter.
Ully Mandasari menegaskan, apabila ditemukan praktik penjualan antibiotik tanpa resep dokter, BPOM tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan melakukan teguran hingga pembinaan kepada pelaku usaha maupun penanggung jawab obat tersebut.
Selain itu, BPOM juga menggarisbawahi adanya oknum-oknum tertentu yang nekat menjual antibiotik secara ilegal atau tidak resmi.
"Oknum yang kedapatan menjual antibiotik secara ilegal akan ditindaklanjuti secara prosedur hukum, karena BPOM punya penyidik bidang obat dan makanan," ungkap Ully, dikutip dari Antara.
Penggunaan antibiotik yang sembarangan, tanpa pengawasan dan resep dokter, berpotensi besar menimbulkan resistensi. Resistensi adalah kondisi di mana bakteri penyebab infeksi mengalami kekebalan terhadap obat yang dikonsumsi masyarakat.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Obat Totol Jerawat Paling Ampuh dan Terjangkau, Bisa Dibeli di Apotek
Resistensi antibiotik kini menjadi masalah kesehatan publik yang sangat serius dan bersifat global. Kondisi ini dapat mengurangi efektivitas pengobatan penyakit menular, bahkan menjadikan infeksi yang awalnya ringan menjadi sulit disembuhkan, sehingga mengancam kesehatan masyarakat luas.
Oleh karena itu, Ully mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) penggunaan antibiotik.
Jika dokter meresepkan 15 tablet, obat tersebut harus diminum sampai habis, meskipun pasien sudah merasa sembuh dari sakit, untuk memastikan bakteri benar-benar mati dan tidak menimbulkan resistensi.
BPOM mengimbau masyarakat agar lebih bijak, dan tenaga kesehatan dituntut lebih disiplin terkait peresepan dan penggunaan antibiotik.
Kolaborasi lintas sektor—melibatkan pemerintah daerah, organisasi profesi kesehatan, masyarakat, hingga media massa—dinilai sangat penting agar pengendalian penggunaan antibiotik dapat berjalan secara efektif melalui sosialisasi dan edukasi yang masif.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata