Suara.com - Kulit yang wangi, bersih dan kinclong adalah impian semua orang, terutama wanita. Karena itu, Anda pasti senang merawat kulit ujung kepala hingga kaki dengan sabun yang wangi ketika mandi.
Tapi, mandi dengan sabun nampaknya tidak selalu baik bagi tampilan dan kesehatan kulit. Bahkan penggunaan sabun setiap kali mandi tidak memberikan banyak manfaat pada kulit.
Berikut ini dilansir dari Bright Side, manfaat mandi tanpa sabun lagi pada kulit tubuh Anda.
1. Kulit terasa lebih sehat
Mandi hanya dengan air akan menyeimbangkan lapisan pelindung kulit. Meskipun, sabun bisa menghilangkan kotoran dari tubuh secara efektif.
Tapi, sabun juga membersihkan minyak alami yang dikeluarkan oleh kulit. Penggunaan sabun secara teratur setiap kali mandi bisa mengganggu keseimbangan pH kulit Anda, sehingga lebih kering dan teriritasi.
2. Tidak akan bau badan
Meskipun mandi dengan sabun yang berbusa banyak akan membuat tubuh terasa segar dan harum, tapi semua itu hanya memberikan efek jangka pendek.
Pada dasarnya, sabuh justru membuat kulit lebih rentan terhadap bakteri. Bahan keras dalam sabun mengganggu keseimbangkan antara minyak kulit dan bakteri pada kulit.
Baca Juga: Pandemi Covid-19: Perang Melawan Virus Corona atau Hoax?
Hal itu menyebabkan kulit memproduksi lebih banyak minyak dan bakteri. Sedangkan, sabun antibakteri sangat berbahaya karena membunuh mikroba menguntungkan bersama dengan mikroba jahat.
3. Menjaga kesehatan organ intim
Mandi pakai sabun secara rutin bisa mengeringkan area genital yang bisa berujung pada kondisi kesehatan tertentu. Sebaiknya, gunakan air hangat untuk mencuci bagian pribadi Anda atau air panas saat ingin menghilangkan bau atau membersihkan organ intim.
4. Kulit bebas kerutan
Banyak bahan dalam sabun bertujuan membuat kulit bersih dan segar. Tapi, bahan-bahan tersebut justru bisa berbahaya.
Faktanya, bahan-bahan tersebut bisa merusak kulit dan memperburuk masalah kulit, seperti jerawat dan dermatitis. Mandi dengan sabun membuat kulit Anda kering, yang bisa menyebabkan keriput.
5. Kekurangan vitamin D
Selain berkontribusi pada penuaan kulit dini, sabun juga dapat mengganggu penyerapan vitamin D. Kulit kita mengubah energi matahari menjadi vitamin D dan beberapa spesialis perawatan kesehatan merekomendasikan untuk lebih jarang mandi.
Karena, mandi dengan sabun bisa mengganggu keseimbangan kulit dan menghilangkan beberapa vitamin D. Tapi, banyak komunitas medis percaya bahwa vitamin D tetap ada di kulit setelah mandi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu