Suara.com - Untuk merayakan ulang tahun anak, sebagian orangtua sering kali rela mendekorasi rumah sendiri. Tak perlu jasa dekorasi, Anda bisa melakukannya sendiri loh!
Selama Anda tahu trik yang harus dilakukan dalam dekorasi rumah, perayaan ulangtahun anak tetap akan terlihat kece dari hasil tangan sendiri.
Art designer Rika Rachmawati membagikan tips mendekorasi rumah untuk ulang tahun anak hal terpenting adalah menentukan tema pesta.
"Pertama kali coba dekor cari temanya dulu. Misal mau tema hello kitty, mungkin kalau anak laki-laki tema superhero. Dari itu bisa tentukan warna untuk dekorasi," kata Rika saat siaran langsung Instagram bersama Orami Parenting, Minggu (6/2/2021).
Tema akan pilihan warna untuk dekorasi. Rika menyarankan sebaiknya gunakan maksimal tiga warna. Karena jika terlalu banyak warna yang digunakan berpotensi membuat dekorasi menjadi terlalu mencolok dan mengganggu pandangan.
"Kecuali karena temanya rainbow, memang pakai banyak warna. Tapi untuk tema khusus paling banyak 3 warna aja. Kalau saya karena tema kitten, anak kucing, jadi pakai warna pink, hitam, putih. Kalau gak mau pakai hitam bisa pakai turunan warna pink. Misalnya ungu," ucapnya.
Ia melanjutkan, peralatan yang harus disiapkan berupa solatip kertas berukuran kecil dan besar, gunting, tali rami, tali transparan, balon huruf dan angka, juga rumbai. Setelah itu menentukan sudut rumah yang akan digunakan untuk tempat perayaan ulangtahun.
Menurut Rika, sebaiknya pilih sudut rumah dengan dinding polos dan berfat putih. Tujuannya agar memudahkan dekorasi dan bisa sesuai dengan setiap warna yang ditentukan.
"Kalau warna dinding rumah tidak warna putih, bisa gunakan kain warna putih. Karena putih polos untuk membuat dekor lebih terlihat jadi usahakan warna bidang warna putih," tuturnya.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Tanaman Rambat Untuk Hiasi Area Rumah
Setelah semua hal tersebut disiapkan dekorasi pun bisa dimulai sesuai dengan selera. Tips dari Rika, sebelum mulai menempel berbagai aksesoris pada dinding, tempelkan dahulu solatip kertas.
"Gunakan solatip kertas untuk dasarnya jadi tidak merusak cat tembok," ujarnya.
Berita Terkait
-
7 Bunga Paling Cocok untuk Dekorasi Lebaran, Indah dan Bikin Rumah Wangi
-
Tinggalkan Sad Beige, Dopamine Decor Jadi Tren Interior Terbaru yang Bikin Bahagia
-
Wajib Kunjungi! PIK Icon Berubah Jadi 'Christmas Village' Penuh Keajaiban Natal
-
Psikologi Warna: Kenapa Kuning atau Biru Bisa Jadi Kunci Kebahagiaan Kecil di Sudut Rumah Anda
-
9 Trik Ampuh Beli Furnitur Pertama: Rumah Impian Tanpa Bikin Dompet Nangis!
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS