Suara.com - Badan Pengawsas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin Covid-19 CoronaVac, buatan Sinovac, bagi orang lanjut usia (lansia) 60 tahun ke atas.
Melalui surat edaran tertanggal 5 Febuari 2021 yang ditandatangani kepala BPOM Dr. Penny K Lukito, PT Biofarma mengajukan dua poin perubahan, yaitu:
1. Penambahan indikasi untuk populasi lansia (60 tahun ke atas) dengan interval penyuntikan 0 dan 28 hari.
2. Penambahan alternatif interval penyuntikan 0 dan 28 hari untuk populasi dewasa 18-59 tahun.
Menanggapi surat tersebut, BPOM setuju untuk menambah indikasi dan posologi vaksin CoronaVac dalam penggunaan emergensi terbatas.
Berdasarkan data uji klinis Fase I dan Fase II CoronaVac yang dirilis di The Lancet pada awal bulan ini, vaksin aman dan stabil saat diberikan kepada orang dewasa sehat berusia 60 tahun ke atas.
Uji klinis Fase I dan Fase II oleh Sinovac telah melibatkan 422 orang dewasa berusia 60 tahun ke atas di kota Renqiu, Provinsi Hebei China Utara antara Mei dan Juni 2020, lapor Global Times.
Uji klinis menunjukkan vaksin Sinovac ditoleransi dengan baik oleh tubuh dan imunogenik lansia, dengan tanggapan antibodi penawar terhadap virus corona tidak berkurang pada kelompok ini.
Efek samping yang diketahui ringan atau sedang, dan yang paling sering dilaporkan adalah nyeri di tempat suntikan (pada 39 peserta) dan demam (pada 14 peserta). Sebagian besar efek samping ini muncul dalam tujuh hari setelah vaksinasi dan mereka pulih dalam waktu 48 jam.
Namun, presiden Asosiasi Industri Vaksin China, Feng Duojia, mengatakan bahwa diperlukan data uji klinis Fase III dan persetujuan dari otoritas obat untuk orang tua yang akan divaksinasi.
Baca Juga: Jarang Disorot, Bagaimana Perkembangan Vaksin Covid-19 Merah Putih?
Perwakilan Sinovac mengatakan bahwa data uji klinis II tidak dapat mewakili kemanjuran tahap III. Sebab, tahap II memantau tingkat antibodi, sednagkan tahap III mengevaluasi tingkat pengurangan risiko infeksi melalui penilaian jumlah kasus Covid-19 di uji coba double-blind, terkontrol plasebo.
Feng mencatat bahwa Sinovac kemungkinan akan mengumumkan data Fase III tentang kelompok lansia dan remaja pada liburan Tahun Baru China, yang dimulai pada 12 Februari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian