Suara.com - Infeksi Covid-19 telah menyebar ke 221 negara. Update Covid-19 global hari ini seperti mengutip data pada situs worldometers, lebih dari 107,38 juta orang di dunia terinfeksi Covid-19 dalam waktu 13 bulan terakhir.
Sebanyak 79,44 juta orang di antaranya telah dinyatakan sembuh, tetapi lebih 2,34 juta lebih jiwa meninggal setelah terinfeksi virus corona SARS Cov-2 tersebut. Sampai saat ini, ada 25,69 juta orang masih positif Covid-19 dengan 102.566 pasien di antaranya dalam kondisi kritis.
Upaya yang dilakukan bukan hanya untuk menekan penularan virus corona makin luas. Tapi juga agar angka kesembuhan meningkat.
Para peneliti di Universitas Oxford temukan bahwa perawatan asma bisa mengurangi kebutuhan rawat inap serta waktu pemulihan pasien Covid-19 jika diberikan dalam waktu tujuh hari setelah gejala muncul.
Penemuan ini dibuat setelah studi mid-stage dari steroid budesonide, dijual sebagai Pulmicort oleh AstraZeneca dan juga digunakan untuk merawat paru-paru perokok. Namun hasil dari penelitian itu belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review.
Studi 28 hari terhadap 146 pasien menunjukkan bahwa budesonide yang dihirup mengurangi risiko perawatan mendesak atau rawat inap hingga 90 persen jika dibandingkan dengan perawatan biasa, kata Universitas Oxford.
Para peneliti mengatakan, uji coba tersebut terinspirasi dari fakta bahwa pasien dengan penyakit pernapasan kronis, yang sering diresepkan steroid hirup, secara signifikan kurang terwakili di antara pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit selama hari-hari awal pandemi.
Data awal dari penelitian juga menemukan relawan yang diobati dengan budesonide memiliki resolusi demam yang lebih cepat dan gejala persisten yang lebih sedikit.
"Saya berbesar hati bahwa obat yang relatif aman, tersedia secara luas dan dipelajari dengan baik, dapat berdampak pada tekanan yang kami alami selama pandemi," kata ketua penyelidik uji coba itu Mona Bafadhel dikutip Channel News Asia.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: WHO Tidak Akan Tarik Vaksin AstraZeneca
Pulmicort pernah menjadi obat blockbuster untuk pembuat vaksin virus corona AstraZeneca, yang sekarang menawarkan obat yang lebih baru, Symbicort, sebagai pengobatan alternatif asma.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat