- Spesialis kesehatan olahraga Andhika Raspati menguraikan empat waktu ideal berolahraga saat Ramadan: setelah sahur, menjelang buka, sebelum Tarawih, dan setelah Tarawih.
- Tujuan utama olahraga selama puasa adalah mempertahankan kebugaran tubuh agar tidak menurun drastis, bukan untuk peningkatan performa signifikan.
- Intensitas latihan perlu disesuaikan dengan menghindari olahraga yang memicu dehidrasi berlebih, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Suara.com - Memasuki bulan Ramadan 1445 Hijriah, rutinitas harian masyarakat Indonesia mengalami penyesuaian, termasuk dalam hal berolahraga.
Menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa seringkali menjadi dilema, di satu sisi ingin tetap aktif, di sisi lain khawatir akan dehidrasi dan kelelahan.
Menjawab keresahan ini, Andhika Raspati, seorang spesialis kesehatan olahraga, memberikan panduan komprehensif mengenai strategi berolahraga yang tepat selama bulan suci.
Kapan Waktu Ideal untuk Olahraga? Empat Pilihan yang Bisa Dicoba
Andhika menjelaskan bahwa ada empat "timing" atau waktu yang bisa dipilih untuk berolahraga saat puasa, masing-masing dengan pertimbangan tersendiri.
Pertama, setelah sahur. Pilihan ini banyak diambil karena tubuh masih memiliki cadangan energi setelah makan dan minum.
Namun, Andhika mengingatkan pentingnya memilih jenis olahraga yang tidak memicu dehidrasi berlebih.
"Hindari latihan yang menguras banyak keringat. Pilih olahraga yang tidak terlalu membebani seperti nge-gym di ruangan ber-AC atau workout ringan di rumah," kata Andhika Raspati.
Dia menambahkan bahwa olahraga jenis ini dapat dilakukan sekitar pukul 07.00-08.00 pagi.
Baca Juga: Tolak Tawaran Damai Puluhan Miliar Rupiah, Dokter Detektif: Kembalikan Dulu Uang Rakyat!
Kedua, menjelang berbuka puasa. Ini adalah waktu yang paling populer, namun Andhika mengingatkan agar berhati-hati.
"Kondisi tubuh menjelang berbuka biasanya sudah dalam kondisi energi rendah. Hindari aktivitas yang terlalu ugal-ugalan atau eksplosif karena kadar gula darah sudah menurun," tegasnya.
Olahraga ringan seperti jalan santai atau slow jogging lebih disarankan pada waktu ini.
Ketiga, setelah berbuka puasa, sebelum salat Tarawih. Waktu ini juga dianggap aman, namun perlu strategi agar tidak kemalaman.
"Yang penting saat berbuka, jangan kalap. Cukup tajil secukupnya, lalu bisa dilanjutkan dengan olahraga ringan yang siap digunakan untuk salat Magrib. Durasi latihan setengah jam pun sudah cukup efektif," kata Andhika.
Terakhir, setelah salat Tarawih. Pilihan ini juga memungkinkan, namun Andhika mengingatkan bahwa setelah makan besar dan beraktivitas malam, tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi sebelum berolahraga.
Berita Terkait
-
Muhammadiyah Puasa Tanggal Berapa? Ini Keputusan dan Jadwal Imsakiyahnya
-
Dokter Tirta Geram Respons Lambat Mohan Hazian soal Isu Pelecehan Seksual: Klarifikasimu Jelek!
-
5 Pilihan Sepatu Desle untuk Olahraga, Koleksi Terbaru Februari 2026
-
Mengapa Mohan Trending? Dokter Tirta Sampai Beri Pesan Menohok Soal Tahan Nafsu
-
5 Amalan Utama di Akhir Bulan Sya'ban, Sambut Ramadan dengan Hati yang Suci
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
Terkini
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi