Suara.com - Siapa yang tidak tahu Elon Musk? CEO Tesla dan SpaceX yang masuk daftar orang terkaya kedua di dunia. Bahkan karena kenaikan harga saham perusahaan mobil listrik Tesla, ia sempat menduduki posisi pertama mengalahkan kekayaan pendiri Amazon, Jeff Bezos.
Dalam kesehariannya untuk tetap produktif dan sukses, pria 49 tahun ini mengungkapkan bahwa dia tidur setidaknya selama enam jam semalam. Dalam episode podcast 'The Joe Rogan Experience', ia mengaku kurang tidur akan menurunkan produktivitasnya.
"Saya mencoba tidur lebih sedikit, tetapi produktivitas total menurun. Saya tidak mendapati diri saya menginginkan lebih dari enam (jam)," katanya, mengutip The Health Site.
Tapi selain cukup tidur, ia juga banyak bekerja dan biasa menghadiri satu atau dua meeting setiap paginya.
Jika Anda kesulitan untuk tetap produktif dan meningkatkan efisiensi kerja, Anda mungkin perlu mengubah beberapa kebiasaan. Seperti Elon Musk, tidur yang cukup penting untuk tetap produktif dan sehat.
Agar lebih bersemangat untuk produktif sepanjang hari, coba ikuti rutinitas pagi ini:
1. Setel alarm setidaknya 30 menit sebelum waktu bangun biasa Anda dan pilih musik yang menenangkan. Jangan setel lebih dari satu alarm. Gunakan waktu ekstra ini untuk mempersiapkan rutinitas berikutnya.
2. Selanjutnya, tetapkan tujuan untuk hari itu dan rencanakan bagaimana mencapainya.
3. Luangkan waktu untuk diri sendiri tanpa gadget. Bermeditasi adalah cara yang bagus untuk mempersiapkan pikiran dan tubuh Anda untuk menjalani hari.
Baca Juga: Suara Napas Terdengar Berat Saat Kita Tidur? Ini Sebabnya
4. Sertakan rutinitas olahraga di pagi hari. Ini akan membantu Anda tetap berenergi dan fokus sepanjang hari.
Tingkat produktivitas Anda juga bergantung pada apa yang Anda makan, karena penelitian telah mengungkapkan bahwa orang yang makan sehat lebih produktif daripada yang tidak.
Untuk itu, batasi minum dan konsumsi makanan olahan dan cobalah berhenti merokok. Sebab terlalu banyak zat ini dapat membuat Anda sulit fokus pada pekerjaan serta menyebabkan kondisi kesehatan yang serius.
Sertakan sayuran hijau, tomat, kacang-kacangan dan biji-bijian, ikan, produk susu, biji-bijian, dan teh hijau dalam makanan Anda untuk meningkatkan tingkat energi dan produktivitas.
Pastikan Anda minum banyak air karena tetap terhidrasi penting untuk tetap fokus pada pekerjaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?