Suara.com - Umumnya anak-anak terlindungi dari Covid-19 parah karena sistem kekebalan tubuh bawaan mereka. Hal ini dinyatakan dalam penelitian baru yang dipimpin oleh Murdoch Children's Research Institute (MCRI) dan dipublikasikan pada Nature Communications.
Melansir dari Mdlinx, penelitian baru menemukan bahwa sel-sel khusus dalam sistem kekebalan anak dengan cepat menargetkan virus corona baru penyebab Covid-19 yang disebut SARS-CoV-2.
"Anak-anak cenderung tidak terinfeksi virus dan sepertianya tidak menunjukkan gejala," kata Dr. Melanie Neeland dari MCRI.
"Memahami perbedaan mendasar terkait usia dalam tingkat keparahan Covid-19 akan memberikan wawasan dan peluang penting untuk pencegahan dan pengobatan, baik untuk Covid-19 maupun kemungkinan pandemi di masa depan," imbuhnya.
Dr. Neeland mengatakan penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak dengan Covid-19 memiliki respons imun bawaan yang lebih kuat terhadap virus dibandingkan dengan orang dewasa.
"Infeksi virus corona pada anak-anak ditandai dengan aktivasi neutrofil, sel darah putih khusus yang membantu menyembuhkan jaringan yang rusak dan mengatasi infeksi dan pengurangan sel imun responden pertama seperti monosit, sel dendritik, dan sel pembunuh alami dari darah," kata Melanie Neeland.
"Ini menunjukkan bahwa sel-sel kekebalan yang melawan infeksi ini bermigrasi ke tempat infeksi dengan cepat membersihkan virus sebelum virus benar-benar bertahan," imbuhnya.
Sistem kekebalan bawaan merupakan garis pertahanan pertama melawan kuman, sangat penting untuk mencegah Covid-19 parah pada anak-anak. Reaksi kekebalan ini tidak direplikasi di antara orang dewasa dalam penelitian ini.
"Namun kabar baiknya orang dewasa juga bisa mengalami peningkatan jumlah neutrofil, hingga tujuh minggu setelah terpapar virus yang dapat memberikan tingkat perlindungan dari penyakit," kata Neeland.
Baca Juga: Gegara Eksploitasi Alam, Walhi Sebut Wabah Corona Adalah Penyakit Zoonosis
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak