Suara.com - Orang dengan GERD kronis mungkin menghadapi peningkatan risiko beberapa jenis kanker langka. Hal ini dinyatakan dalam sebuah penelitian besar pemerintah Amerika Serikat.
Melansir dari Medicinenet, para peneliti menemukan bahwa di antara lebih dari 490.000 orang Amerika yang berusia 50 tahun ke atas danmenderita penyakit gastroesophageal reflux (GERD) memiliki risiko dua kali lipat terkena kanker esofagus atau laring (kotak suara).
GERD atau refluks asam terjadi ketika asam lambung secara kronis keluar ke kerongkongan yang merupakan saluran otot di mana menghubungkan tenggorokan dan lambung. Gejala yang paling umum adalah mulas, nyeri perut.
GERD telah lama ditetapkan sebagai faktor risiko adenokarsinoma esofagus, tumor paling umum yang timbul di esofagus.
Studi baru, yang diterbitkan 22 Februari di jurnal Cancer, menghubungkan GERD dengan jenis kedua dari kanker esofagus yang disebut karsinoma sel skuamosa dan kanker laring yang muncul di kotak suara.
Namun para ahli menyimpulan bahwa risiko terkena kanker masih rendah pada pasien dengan GERD.
"Temuan kami tidak seharusnya membuat orang yang didiagnosis dengan GERD menjadi khawatir," kata Christian Abnet, seorang peneliti dari Institut Kanker Nasional AS yang memimpin penelitian.
Faktanya, Institut Kesehatan Nasional Amerika (NIH) mengatakan bahwa sekitar 10 persen hingga 15 persen pasien GERD mengalami refluks yang cukup parah sehingga menyebabkan kelainan pada lapisan esofagus yang dikenal sebagai esofagus Barrett. Dan orang dengan Barrett, risiko mengembangkan adenokarsinoma esofagus adalah sekitar 0,5 persen per tahun.
Baca Juga: Kanker Payudara dan Serviks Ternyata Bisa Dicegah, Begini Caranya
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026