Suara.com - Tak semua orang bisa mendapatkan suntikan vaksin virus corona Covid-19 karena beberapa kondisi, seperti ibu hamil dan orang yang memiliki riwayat alergi parah.
Tapi, beberapa orang yang memiliki alaergi hay fever mungkin juga khawatir jika harus suntik vaksin Covid-19. Hay fever adalah penyakit alergi serbuk sari dalam jumlah tinggi yang menyebabkan demam, batuk, dan bersin.
Pada akhir Desember 2020 lalu dilansir dari Mirror UK, Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan telah mengeluarkan penyataan setelah meninjau lebih dari 1 juta dosis di Inggris dan Amerika Utara.
Mereka mengatakan bahwa tidak ada bukti peningkatan risiko reaksi alergi terhadap vaksin Pfizer. Satu-satunya penghalang adalah orang yang alergi terhadap vaksin Covid-19 itu sendiri.
Mereka menekankan bahwa alergi bawaan bukan berarti melarang seseorang untuk melakukan vaksin Covid-19. Kecuali, mereka alergi terhadap vaksin tersebut atau kandungannya.
Rebecca E Glover dan rekan dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, UCLH London dan Harvard Medical School, AS, mengatakan menolak vaksin karena memiliki alergi akan mengkhawatirkan di masa pandemi sekarang ini.
Karena, 20 hingga 40 persen populasi di Inggris dan Amerika Serikat memiliki setidaknya satu bentuk alergi, termasuk hay fever, konjungtivitis, asma, eksim dan dermatitis kontak, alergi makanan serta utikaria.
Kekhawatiran lainnya adalah penerimaan publik terhadap vaksin Covid-19 nampaknya semakin berkurang. Awalnya, antusias publik terhadap vaksin Covid-19 mencapai 90 persen, tetapi sudah menurun 64 persen sejak Juli 2020.
Saah satu masalahnya adalah keraguan terhadap vaksin Covid-19 nampaknya lebih tinggi di kalangan etnis minoritas. Karena, mereka paling rentan terhadap virus corona Covid-19.
Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua di Sumut Dimulai Maret, Ini Daftar Penerimanya
Menurutnya, para ahli harus lebih transparan mengenai risiko alergi di balik vaksin Covid-19 dengan semua orang secara umum.
Hal terpenting adalah risiko alergi yang parah bukan berarti seseorang harus menghindari vaksinasi, kecuali mereka alergi terhadap vaksin itu sendiri.
Rebecca juga berpendapat bahwa kepercayaan publik akan meningkat jika pemberian dan efek samping dari vaksin Covid-19 diinformasikan secara terbuka.
Para ahli juga perlu menjelaskan perbedaan antara alergi parah, sedang, dan ringan terkait risiko pengambilan vaksin Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga