Suara.com - Beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara kepribadian, penanda sistem kekebalan, dan dampak kesehatan jangka panjang.
Banyak penelitian mengaitkan perilaku yang teliti atau sadar berhubungan dengan kesehatan, termasuk kebiasaan minum alkohol yang lebih rendah, menurunkan kebiasaan merokok, konsumsi makanan sehat dan aktivitas fisik lainnya.
Selain itu, sebuah meta-analisis menemukan orang yang mendapat nilai terendah dalam sifat teliti ini memiliki risiko kematian 1,4 kali lebih tinggi daripada mereka yang mendapatkan nilai tinggi. Bahkan, setelah menyesuaikan perilaku kesehatan, status perkawinan dan pendidikan.
Studi lain juga menemukan bahwa kesadaran atau ketelitian terkait dengan tingkat interleukin 6 (IL-6) lebih rendah yang beredar di tubuh. Para peneliti telah menunjuk hal itu sebagai faktor yang berkontribusi dalam efek kesehatan jangka panjang dan risiko kematian dini.
Meskipun para ilmuwan memahami bahwa ketelitian cenderung meningkatkan umur panjang, tapi belum diketahui persis penyebabnya.
Penelitian yang dipimpin oleh University of Limerick dalam kemitraan dengan West Virginia University, Humboldt University, dan Florida State University berusaha untuk mengungkap cara ciri kepribadian ini memengaruhi CPR dan IL-6 serta efek keseluruhannya pada peluang hidup seseorang.
Para peneliti dilansir dari Medical News Today, menyelidiki jalur antara ciri-ciri kepribadian, IL-6, CPR dan risiko kematian pada 957 peserta dewasa dari studi Midlife Amerika Serikat (MIDUS).
Tim menilai ciri kepribadian menggunakan Skala Kepribadian Midlife Development Inventory (MIDI) , di mana peserta menunjukkan kecenderungannya terhadap karakteristik kepribadian tertentu dengan menjawab pertanyaan pada skala Likert empat poin.
Kemudian, para peneliti mengambil sampel darah dari para peserta dan mengukur tingkat biomarker inflamasi CPR dan IL-6. Mereka juga mencatat karakteristik dan variabel yang berpotensi memengaruhi hasil studi, termasuk usia, jenis kelamin, ras, pendidikan, status merokok, kondisi kronis, pengobatan dan aktivitas fisik.
Baca Juga: Peneliti Kembangkan Tes PCR yang Bisa Deteksi Mutasi Varian Virus Corona
Tim peneliti menemukan bahwa partisipan yang memiliki skor kesadaran lebih tinggi juga memiliki risiko kematian yang lebih rendah. Data menunjukkan bahwa setiap standar deviasi dari kesadaran yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kematian 35 persen lebih rendah.
Tapi, IL-6 menyumbang 18 persen terjadinya hubungan ini setelah sepenuhnya menyesuaikan model. Para peneliti juga tidak menemukan bukti bahwa CPR bertindak sebagai mediator langsung antara kesadaran dan risiko kematian.
Setelah tim peneliti menyesuaikan temuan dengan memperhitungkan variabel sosiodemografi dan ciri-ciri kepribadian lainnya, termasuk ekstraversi, keterbukaan, neurotisme dan keramahan menunjukkan asosiasi yang sama dengan kesadaran.
Penemuan ini menunjukkan bahwa kesadaran atau ketelitian yang lebih tinggi dan potensinya untuk menurunkan tingkat IL-6 dalam tubuh dapat menyebabkan umur seseorang lebih panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
Terkini
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
-
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
-
Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty
-
Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit