Suara.com - Air kelapa menjadi minuman yang jamak ditemukan di berbagai tempat di Indonesia. Minuman ini kerap disajikan di pinggir-pinggir jalan serta kawasan pantai yang panas. Selain menyegarkan, air kepala rupanya juga punya segudang khasiat yang baik untuk kesehatan. Lalu, apa sajakah manfaat air kelapa?
Berikut beberapa manfaat air kelapa seperti dikutip dari berbagai sumber.
1. Memenuhi Kebutuhan Mineral dan Nutrisi Tubuh
Salah satu manfaat air kelapa adalah memenuhi kebutuhan mineral dan nutrisi tubuh. Di dalam 30 ml air kelapa sedikitnya terkandung 60 mg kalium dan 5,5 mg natrium. Air kelapa juga memiliki kandungan vitamin C, kalsium, asam folat, zat besi, magnesium, dan fosfor.
2. Sumber Gula Alami untuk Tubuh
Gula merupakan salah satu sumber energi bagi tubuh. Di dalam gula juga mengandung karbohidrat dalam bentuk sukrosa. Tiap 30 ml air kelapa mengandung 5,5 kalori dan 1,5 gram gula. Selain sebagai gula alami yang cocok menemani aktivitas berat, manfaat air kelapa sangat banyak.
3. Menangkal Radikal Bebas
Mengonsumsi air kepala rupanya dapat membantu tubuh menghalai racun dan zat radikal bebas yang bersifat merusak. Hal ini karena air kelapa mengandung antioksidan.
3. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung dan Ginjal
Baca Juga: 7 Manfaat Susu Beruang, Sembuhkan Sakit hingga Bagus untuk Kulit
Manfaat air kelapa yang lain adalah menurunkan risiko penyakit jantung dan ginjal. Hipotesis ini masih diteliti lebih lanjut. Dugaan manfaat air kelapa yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung berangkat dari manfaat air kelapa yang lain yakni menurunkan tingkat kolesterol dan trigliserida.
Air kelapa juga kemungkinan dapat mencegah penumpukan kalsium, oksalat, dan zat lain menjadi kristal yang kemudian berpotensi batu ginjal.
Di balik manfaat air kelapa tersebut, jumlah konsumsi perlu diperhitungkan secara tepat. Konsumsi yang dianggap cukup adalah satu gelas per hari.
Konsumsi yang terlalu banyak dan sering tetap bisa menimbulkan penumpukan kalori. Jika konsumsi air kelapa adalah 250 ml per hari maka hitungan kalori tambahan adalah 45-60 kalori.
Kalori tambahan itu bisa meningkatkan berat badan hingga dua kilogram per tahun. Selain jumlah konsumsi, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi tubuh saat mengonsumsi air kelapa.
Wanita hamil dan menyusui disarankan untuk tidak mengonsumsi air kelapa. Di sisi lain, air kelapa perlu dihindari pasien yang akan melakukan operasi selama dua minggu sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial