Suara.com - Penelitian telah membuktikan bahwa tidur siang dapat membuat kita lebih waspada dan fokus, walaupun durasinya singkat (10 hingga 30 menit). Karenanya, tidur siang di tengah hari kerja sebenarnya sangat bagus.
Alasannya belum dipahami secara baik, namun, ada kemungkinan tidur siang membantu otak membersihkan produk limbah dan mengisi kembali simpanan energi otak.
Tidur siang yang singkat juga membantu meningkatkan perhatian kita dengan memulihkan bagian otak yang membuat kantuk pulih, mencegah ketidakstabilan di jaringan otak.
Di sisi lain, tidur siang berdurasi panjang lebih memulihkan sebagian bagian otak yang membuat kantuk karena ada waktu untuk memasuki beberapa tahap tidur.
Khususnya, dilansir The Print, selama tahap tidur rapid eye movement (REM) otak akan memperkuat koneksi yang baru berkembang dan ini penting untuk peningkatan keterampilan motorik.
Tidur non-REM, tahap tidur yang menghabiskan sebagian besar waktu kita, mengandung gelombang otak yang lambat dan sleep spindle, pensinyalan di otak yang diyakini dapat mengaktifkan kembali dan memperkuat ingatan.
Baik gelombang otak yang lambat maupun spindel meningkatkan plastisitas, kemampuan otak untuk belajar dan beradaptasi dengan pengalaman baru.
Durasi yang lebih lama juga mengurangi koneksi jaringan otak yang tidak penting. Keseimbangan ini dapat meningkatkan seberapa cepat dan efektif otak bekerja secara keseluruhan.
Meski tidur siang memiliki banyak manfaat, aktivitas ini tidak disarankan bagi penderita insomnia. Sebab, tidur siang dapat mengurangi kantuk di malam hari.
Baca Juga: Fulham vs Tottenham: Scott Parker Teringat Memori bersama Gareth Bale
Tidur siang juga harus dihindari dalam situasi di mana kinerja optimal dibutuhkan segera, karena mungkin perlu beberapa saat agar otak 'bangun' sepenuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!