Suara.com - Komedian Wendy Cagur baru-baru ini mendapatk kritik keras atas lelucon yang dibuatnya.
Banyak yang menganggap bahwa guyonan yang dibuatnya keterlaluan bahkan berbahaya. Dalam sebuah cuplikan terlihat Wendy melakukan gerakan joget yang viral di TikTok bersama Kiky Saputri.
Alih-alih menahan tubuh gadis 27 tahun ia malah menjatuhkan Kiky Saputri yang kala itu ingin bersandar padanya.
Kiky pun terbanting dengan keras ke lantai sampai roknya tersingkap. Sementara Wendy justru tetap berjoget meninggalkan Kiky. Banyak yang menganggap bahwa hal itu berbahaya bagi tulang ekor.
Dilansir dari Medical News Today, tulang ekor, adalah tulang terakhir di tulang belakang. Tulang berbentuk segitiga ini terdiri dari tiga hingga lima bagian berbeda, sehingga sulit untuk mendeteksi tulang ekor yang patah.
Patah tulang ekor, atau patah tulang, jarang terjadi. Lebih umum bagi seseorang untuk memar tulang ekornya atau menarik ligamen di area itu.
Gejala patah tulang ekor mirip dengan gejala memar tulang ekor, sehingga sulit untuk didiagnosis. Pilihan pengobatan untuk tulang ekor yang patah dan memar juga serupa.
Saat tulang ekor patah, itu mungkin:
Bergeser, yang terjadi ketika fragmen tulang yang terpisah terlihat jelas pada sinar-X
Menjadi fraktur garis rambut, di mana potongan-potongan yang rusak tidak dipisahkan
Hancur , yang terjadi ketika tulang pecah menjadi beberapa bagian
Baca Juga: Kiky Saputri Sebut Ayu Ting Ting Pelakor, Mobil Raffi Ahmad Terbakar
Tidak seperti tulang patah lainnya, tidak mungkin untuk memasang gips pada tulang ekor dan melumpuhkannya. Sebaliknya, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan teknik untuk mengurangi rasa sakit.
Misalnya, mereka mungkin menyarankan penggunaan:
Bantal yang dirancang khusus
Ini bisa sangat membantu untuk orang dengan tulang ekor patah. Bantal ini memiliki lubang di tengah, memungkinkan seseorang untuk duduk tanpa menekan langsung pada tulang ekor. Bantal ini tersedia secara online.
Kompres panas dan dingin
Ini dapat membantu meredakan peradangan dan nyeri di sekitar cedera. Beberapa sumber merekomendasikan penggunaan kompres dingin selama 2 hari pertama setelah cedera - letakkan kain di antara kulit dan kemasan agar tidak terasa tidak nyaman - dan gunakan rendam hangat setelah 2 hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan