Suara.com - Sebuah penelitian baru menemukan varian baru virus corona di Inggris 2 kali lebih mematikan daripada varian lainnya. Temuan di British Medical Journal ini berdasarkan analisis terhadap 110.000 pasien virus corona Covid-19.
Ahli epidemiologi dari universitas Exeter dan Bristol mengidentifikasi 227 kematian dari sampel 55 ribu pasien yang terinfeksi varian baru virus corona Inggris.
Kemudian, hasil itu dibandingkan dengan 141 kematian pada sampel pasien virus corona Covid-19 serupa dengan varian baru virus corona Covid-19 yang lebih tua.
Setelah analisis komparatif, mereka menyimpulkan bahwa varian baru virus corona Covid-19 Inggris yang disebut B.1.1.7 antara 30 hingga 100 persen lebih mematikan.
"Varian baru virus corona Inggris B.1.1.7 ini telah meningkatkan risiko kematian. Apalagi kemampuannya menyebar cepat membuat varian ini menjadi ancaman yang harus ditanggapi serius," kata Robert Challen, dari University of Exeter dikutip dari Express.
Bukti genetik menunjukkan varian ini muncul pada September 2020 dan menyebar pada tingkat yang rendah hingga pertengahan November 2020.
Peningkatan kasus virus corona yang terkait dengan varian baru pertama kali terungkap pada Desember 2020, ketika Public Health England (PHE) sedang menyelidiki penyebab tingkat infeksi di Inggris tidak turun meskipun sudah pembatasan sosial.
Kemudian, PHE menemukan cluster yang terkait dengan varian baru ini menyebar cepat ke London dan Essex. Lonjakan kasus berikutnya menunjukkan jumlah rawat inap dan kematian akibat Covid-19 yang meningkat pada Natal 2020.
Rupanya, varian baru virus corona Inggris ini lebih efektif mengikat enzim 2 pengubah angiotensin atau reseptor ACE2, protein yang menyediakan titik masuk ke dalam tubuh untuk virus corona Covid-19.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Vaksin Pfizer Bisa Lawan Varian Baru Virus Corona Brasil
Hal ini membuat virus lebih mudah menular tetapi ada juga kekhawatiran bahwa virus tersebut bisa kebal terhadap vaksin Covid-19.
Varian virus corona yang mengandung mutasi 484K pada protein lonjakan, telah terbukti memberikan tingkat resistensi terhadap vaksin. Varian tersebut mencakup mutasi lain pada protein lonjakan yang disebut N501Y.
Menurut PHE, perubahan ini mengakibatkan virus menjadi sekitar 50 persen lebih menular dan menyebar lebih mudah di antara manusia.
Dua varian baru virus corona juga ditemukan pada Januari 2021, satu di kawasan Bristol, di Barat Daya Inggris, dan satu lagi di kawasan Liverpool, di Barat Laut Inggris.
Varian yang ditemukan di wilayah Bristol telah diklasifikasikan sebagai varian yag harus diwaspadai. Karena, varian tu juga mengandung mutasi E484K yang dapat resistensi terhadap vaksin.
Mutasi E484K hadir dalam varian Afrika Selatan dan sejumlah varian lain yang diurutkan secara global. Investigasi PHE sedang dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut tentang varian baru ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat