Suara.com - Berat badan berlebih atau obesitas menjadi masalah kesehatan yang banyak dibahas selama pandemi COVID-19. Masalah obesitas dipercaya dapat meningkatkan risiko keparahan pasien Covid-19.
Belum lagi, banyak warga dunia yang mengalami kenaikan berat badan selama pandemi akibat kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan memesan makanan siap saji.
"Dikhawatirkan memang naik (kejadian obesitas) karena pola hidup yang mobilitasnya dibatasi," kata ahli nutrisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc dikutip Suara.com dari ANTARA, Jumat (26/3/2021).
Saptawati mengatakan ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kenaikan berat badan selama pandemi seperti mengatur jenis energi yang masuk dalam makanan dan memperbanyak aktivitas fisik meski di rumah aja.
Selain itu, menu gizi seimbang harus diperhatikan bukan hanya untuk mengontrol berat badan tapi juga untuk menjaga kesehatan tubuh.
"Memilih makanan pokok sumber karbohidrat yang rendah nilai indek glikemiknya, semisal beras merah, kemudian lauk pauk lebih yang nabati atau hewani rendah lemak dengan pemasakan tanpa digoreng, serta perbanyak sayur dan buah," ujar ahli nutrisi dari Asosiasi Nutrisi Indonesia itu.
Sementara itu, bagi orang yang sudah mengalami kenaikan berat badan yang cukup signifikan berusaha keras untuk menurunkannya. Akan tetapi, banyak jalan pintas yang ditempuh seperti melakukan diet ketat dengan memotong asupan nutrisi tertentu pada tubuh.
Hal ini tentu akan membuat tubuh kekurangan nutrisi sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lain.
Saptawati mengatakan makanan yang masuk ke dalam tubuh harus mengandung zat gizi lengkap jika tidak ingin mengalami malnutrisi. Sebagai perbandingan, jumlah asupan energi dari karbohidrat setidaknya 50-60 persen, protein 15-20 persen dan lemak kurang lebih 30 persen.
Baca Juga: Bill Gates Ungkap Prediksi Dunia Bisa Bebas Pandemi Covid-19
"Sementara sayur dan buah dianggap tidak menyumbang ke asupan energi sehingga bisa dikonsumsi banyak untuk menimbulkan rasa kenyang dan kandungan seratnya dapat bermanfaat bagi kesehatan," kata Saptawati.
Selain itu, diet makanan bukan satu-satunya cara untuk memiliki berat badan yang ideal, olahraga juga harus dilakukan secara teratur.
"Diet dibarengi olahraga sangat penting untuk keberhasilan program penurunan berat badan karena dapat membantu untuk mengeluarkan energi yang berlebihan dari tubuh," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi