- Harga pangan nasional cenderung melemah setelah Natal 2025, berdasarkan data BPN pada 26 Desember 2025.
- Mayoritas komoditas strategis seperti beras, cabai, dan bawang mengalami penurunan harga signifikan di tingkat nasional.
- Daging sapi murni dan daging kerbau segar lokal menunjukkan kenaikan harga, berbeda dengan tren pelemahan harga lainnya.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional terpantau cenderung melemah usai perayaan Natal 2025 pada Jumat (26/12/2025).
Berdasarkan Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (BPN), mayoritas komoditas pangan strategis mengalami penurunan harga dibandingkan sehari sebelumnya.
Untuk komoditas beras, beras medium secara nasional tercatat di level Rp13.400 per kilogram, turun Rp52 atau 0,39 persen.
Tren penurunan juga terjadi pada beras premium yang berada di harga Rp15.358 per kilogram, terkoreksi Rp72 atau 0,47 persen.
Sementara itu, beras SPHP yang menjadi instrumen stabilisasi pemerintah dijual rata-rata Rp12.378 per kilogram, turun Rp42 atau 0,34 persen. Penurunan harga beras ini mengindikasikan pasokan yang relatif terjaga di berbagai zona pasar.
Pada komoditas protein hewani, daging sapi murni justru mencatatkan kenaikan harga.
BPN mencatat harga daging sapi murni berada di Rp136.081 per kilogram, naik Rp349 atau 0,26 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Sebaliknya, harga daging ayam ras terpantau turun ke level Rp39.721 per kilogram, melemah Rp176 atau 0,44 persen.
Penurunan juga terjadi pada telur ayam ras yang kini berada di angka Rp31.046 per kilogram, turun Rp454 atau 1,44 persen.
Baca Juga: Program MBG: Bukan Pemicu Inflasi, Justru Jadi Mesin Ekonomi Rakyat
Dari kelompok hortikultura, koreksi harga terlihat cukup signifikan. Cabai rawit merah tercatat di Rp64.049 per kilogram, turun Rp1.286 atau 1,97 persen.
Penurunan lebih dalam terjadi pada cabai merah besar yang kini dipatok Rp43.040 per kilogram, merosot Rp2.882 atau 6,28 persen.
Harga cabai merah keriting juga ikut melemah ke level Rp48.347 per kilogram, turun Rp1.981 atau 3,94 persen.
Pelemahan harga cabai ini memberi ruang bagi daya beli masyarakat setelah libur panjang akhir tahun.
Komoditas bumbu dapur menunjukkan tren serupa. Harga bawang merah nasional tercatat Rp44.079 per kilogram, turun cukup tajam Rp2.300 atau 4,96 persen.
Sementara bawang putih bonggol dijual rata-rata Rp36.055 per kilogram, turun Rp1.319 atau 3,53 persen.
Pada komoditas minyak goreng, minyak goreng kemasan berada di harga Rp20.707 per liter, turun Rp135 atau 0,65 persen.
Minyak goreng curah tercatat Rp17.410 per liter, turun Rp224 atau 1,27 persen, sementara Minyakita dipatok Rp17.273 per liter, melemah Rp230 atau 1,31 persen.
Harga gula konsumsi nasional berada di level Rp17.853 per kilogram, turun Rp116 atau 0,65 persen.
Untuk bahan baku, tepung terigu curah tercatat Rp9.572 per kilogram, turun Rp60 atau 0,62 persen, sedangkan tepung terigu kemasan berada di angka Rp12.750 per kilogram, turun Rp84 atau 0,65 persen.
Dari sektor pangan pakan, harga jagung tingkat peternak tercatat Rp6.818 per kilogram, turun Rp66 atau 0,96 persen.
Sementara kedelai biji kering impor berada di harga Rp10.607 per kilogram, turun Rp93 atau 0,87 persen.
Pergerakan harga juga terjadi pada komoditas daging kerbau. Daging kerbau beku impor tercatat mengalami penurunan cukup dalam ke level Rp103.872 per kilogram, turun Rp2.970 atau 2,78 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Sebaliknya, daging kerbau segar lokal justru mengalami kenaikan harga.
Rata-rata nasional berada di angka Rp142.115 per kilogram, naik Rp1.559 atau 1,11 persen, mencerminkan perbedaan dinamika pasokan antara produk impor dan lokal.
Dari sektor perikanan, harga ikan bandeng terpantau turun ke level Rp34.794 per kilogram, terkoreksi Rp1.041 atau 2,90 persen.
Harga ikan tongkol juga melemah meski relatif tipis ke angka Rp35.368 per kilogram, turun Rp69 atau 0,19 persen.
Namun demikian, tidak semua komoditas ikan bergerak turun. Ikan kembung justru mencatatkan kenaikan harga ke level Rp44.375 per kilogram, meningkat Rp965 atau 2,22 persen, menjadi salah satu komoditas yang mengalami penguatan harga hari ini.
Sementara itu, pada kelompok bahan pokok lainnya, garam konsumsi tercatat mengalami kenaikan tipis.
Harga rata-rata nasional berada di angka Rp11.455 per kilogram, naik Rp38 atau 0,33 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional menunjukkan pergerakan harga yang bervariasi di berbagai komoditas, dengan kecenderungan mayoritas pangan strategis mengalami penurunan di penghujung tahun.
Berita Terkait
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini : Cabai-Bawang Kompak Turun
-
Harga Cabai Makin Pedas Hari Ini, Rata-rata Alami Kenaikan
-
BI: Waspadai Inflasi Akhir Tahun, Harga Pangan Mulai Melonjak
-
Sengketa Tanah JK vs Lippo Group! Menteri ATR/BPN Ungkap Fakta Pemilik yang Sah
-
5 Aplikasi Pertanahan Digital BPN untuk Urus Surat Tanah Sampai Cek Harga Properti
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Kemenhub Deadline Kapal Penyeberangan: Bereskan Izin atau Dilarang Mudik
-
Kilau Emas Menggoda, Pembiayaan BCA Syariah Melesat 238 Persen
-
Antisipasi Mudik Lebaran 2026, KSOP Tanjung Wangi Siagakan 55 Kapal di Selat Bali
-
Skandal Ribuan Kontainer China: Mafia Impor Diduga Gerogoti Institusi Bea Cukai
-
Kinerja 2025 Moncer, Analyst Rekomendasikan 'BUY' Saham BRIS
-
BPDP Akui Produktivitas Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia
-
Pemerintah Umumkan Jadwal WFA Periode Ramadan-Lebaran, Berlaku buat ASN dan Swasta
-
Wamenkeu Juda Agung Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen di Kuartal I 2026
-
Pemerintah Siapkan Rp 11,92 Triliun untuk Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng
-
8 Tips Kelola Reksadana saat Pasar Turun agar Investasi Tetap Cuan