Suara.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan Indonesia tertinggal dari negara lain di Asia mengenai keputusan sekolah tatap muka di masa pandemi Covid-19.
Kata Menteri Nadiem, sekitar 85 persen negara di Asia Timur dan Asia Pasifik sudah melakukan pembelajaran tatap muka.
"Kita tertinggal dari negara-negara lain. Dan berbagai macam pihak pakar-pakar dunia seperti Bank dunia, WHO, dan UNICEF semuanya sepakat bahwa penutupan sekolah bisa menghilangkan pendapatan hidup satu generasi dan memang risiko, dampaknya bisa permanen," kata Menteri Nadiem dalam konferensi pers virtual, Selasa (30/3/2021).
Diketahui, mayoritas sekolah di Indonesia telah melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama satu tahun.
Menteri Nadiem menyebut kondisi itu terlalu lama dan penutupan sekolah juga bisa berdampak terhadap kesehatan perkembangan dan kesehatan mental anak-anak.
"Jangan lupa untuk orang tuanya juga yang sangat sulit mendapatkan kesempatan ekonomi bekerja di luar karena mereka juga harus mengurus anaknya di rumah. Jadi dampaknya banyak sekali," ucap Menteri Nadiem.
Sejak Januari 2021, Kemendikbud mencatat baru 22 persen sekolah yang berada di daerah zona kuning dan hijau Covid-19 telah melakukan sekolah tatap muka.
Padahal, Menteri Nadiem mengatakan bahwa berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yangbada sejak bulan Juli 2020, sekolah yang berada di wilayah zona hijau dan zona kuning boleh melakukan tatap muka terbatas.
"Tapi hanya sekitar 22 persen daripada sekolah kita yang melakukan pembelajaran tatap muka. Yang paling besar zona hijau dengan 41 persen. Jadi kami selalu ingin mengimbau, apalagi buat daerah-daerah di mana anak-anak sangat sulit dapat sinyal PJJ atau mungkin tidak punya gawai. Ini adalah tanggung jawab setiap Pemda untuk memastikan bahwa tatap muka terjadi," paparnya.
Dampak dari sekolah daring terlalu lama bukan hanya berakibat pada sektor pendidikan. Kemendikbud juga melihat adanya penurunan capaian pembelajaran, terutama di daerah-daerah dengan akses dan kualitas tidak memadai. Sehingga potensi terjadinya kesenjangan ekonomi jadi lebih besar.
Baca Juga: Pengendalian Transportasi Karena Larangan Mudik, Kemenhub Siapkan Aturan
"Kita melihat juga banyak orangtua yang tidak melihat peranan sekolah dalam proses belajar. Jadi banyak dari anak-anaknya ditarik keluar dari sekolah dan ada berbagai macam isu kekerasan domestik yang terjadi di dalam keluarga yang tidak terdeteksi."
Selain itu risiko psikososial atau kesehatan mental dan emosional pada anak-anak.
"Kita harus mengambil tindakan yang tegas untuk menghindari agar tidak menjadi permasalahan yang permanen dan satu generasi menjadi terbelakang," pungkas Menteri Nadiem.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya