Suara.com - Istri YouTuber Atta Halilintar, Aurel Hermansyah, didiagnosis memiliki kista ovarium saat melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksinya bulan lalu.
Namun, dokter belum bisa mendeteksi jenis kista yang dimiliki Aurel dan berharap kondisinya itu hanya kista hormonal.
"Kita harapnya sih kista hormonal," ujar sang dokter dalam tayangan video yang diunggah ke kanal YouTube The Hermansyah A6, Kamis (1/4/2021).
Karenanya, sang dokter meminta Aurel untuk memeriksakan diri kembali setelah menstruasi.
Kista ovarium merupakan kantung berisi cairan atau bahan setengah cair yang muncul di ovarium.
Didiagnosis memiliki kista ovarium memang membuat banyak wanita cemas, namun sebenarnya sebagian besar kista ovarium bersifat jinak atau non-kanker.
Perawatan kista ovarium pun tergantung jenisnya, sehingga tidak selalu harus dioperasi. Faktor lain seperti usia, gejala, dan ukuran kista juga dipertimbangkan.
Berdasarkan Mayo Clinic, berikut pengobatan kista ovarium:
1. Menunggu secara waspada
Baca Juga: Istri Ridho Slank Tertawakan Surat Teroris hingga Aurel Ketahuan Idap Kista
Dalam banyak kasus, penderita dapat menunggu dan diperiksa ulang untuk melihat apakah kista hilang dalam beberapa bulan.
Ini biasanya merupakan pilihan ketika penderita tidak memiliki gejala dan hasil USG menunjukkan kista berbentuk kecil dan berisi cairan.
2. Pengobatan
Dokter mungkin akan merekomendasikan kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, untuk mencegah kista ovarium berulang. Namun, pil KB tidak akan mengecilkan kista yang sudah ada.
3. Pembedahan atau operasi
Pengangkatan kista hanya dilakukan apabila ukurannya membesar, tidak terlihat seperti kista fungsional, tumbuh berlanjut melalui dua atau tiga siklus menstruasi, dan menyebabkan rasa sakit.
Beberapa kista dapat diangkat tanpa mengangkat ovarium (kistektomi ovarium). Namun pada beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan untuk mengangkat ovarium yang terkena dan membiarkan ovarium lainnya tetap utuh (ooforektomi).
Jika massa kistik bersifat kanker, dokter mungkin akan merujuk penderita ke spesialis ginekologi dan akan mengangkat rahim, ovarium, dan saluran tuba (histerektomi total), serta kemungkinan kemoterapi atau radiasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?