Suara.com - Tuberkulosis termasuk penyakit menular yang bisa dialami orang dewasa juga anak-anak. Kebanyakan anak-anak tertular tuberkolulosis dari anggota keluarga yang tinggal satu rumah.
Dokter spesialis anak dr. Tjatur Kuat Sagoro, Sp.A (K) mengatakan, anak di bawah usia satu tahun sangat berisiko tertular dan menjadi sakit tuberkulosis.
"Misalnya dia (anak) serumah dengan pasien dewasa tuberkulosis dan ada kontak erat, kecenderungan anak menjadi sakit mencapai 20-30 persen. Makin besar usia anak, misalnya berusia 5 tahun, presentasinya lebih kecil," kata dokter Tjatur dikutip dari Radio kesehatan Kemenkes, Minggu (4/3/2021).
Tetapi apakah anak juga bisa menularkan tuberkulosis pada orang dewasa?
Menurut doktet Tjatur, hal itu bukan tidak mungkin terjadi. Terutama jika anak telah positif terdiagnosis DPA positif tuberkulosis dan ditemukan banyak kuman mycobacterium tuberculosis dalam tubuhnya.
"Kalau zaman dulu dibilang anak kecil tidak menular, tapi kalau dia DPA positif kelainan parunya luas itu bisa menularkan. Anak kecil itu (kuman) sedikit saja dia sudah bisa jadi sakit. Tapi kalau kumannya banyak yang ditandai dengan DPA positif kemudian parunya bolong itu bisa menularkan," jelasnya.
Hanya saja, diagnosis tuberkulosis pada anak tidak semudah dilakukan terhadap orang dewasa. Meski disebabkan oleh kuman yang sama, tetapi dokter Tjatur mengatakan bahwa gejala tuberkulosis pada anak lebih beragam.
Dokter juga harus hati-hati dalam memberikan diagnosis tuberkulosis terhadap anak. "Karena sekali kita mendiagnosis tuberkulosis (pada anak), kita harus mewajibkan dia minum obat 6 bulan tanpa berhenti," ucapnya.
Gejala utama yang dialami anak yang terkena tuberkulosis, kata dokter Tjatur, biasanya berat badan turun, tubuh lemah, letih, kurang semangat, nafsu makan turun sering, demam tidak tinggi dan jarang batuk.
Baca Juga: Pandemi Covid-19 Menyerang, Target Eliminasi TBC di Tahun 2030 Terhambat
"Jadi gejala utamanya bukan batuk, kalau dia sudah mempengaruhi ada keterlibatan dari kelenjar dalam dadanya itu yang kemudian menekan dari saluran nafas itu baru timbul batuk," jelas dokter Tjatur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi