Suara.com - Beredar isu terkait masker medis yang dijual dipasaran tetapi palsu. Apa tanggapan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) seputar isu ini?
Dalam isu yang berkembang, masker palsu yang ditemukan adalah masker respirator jenis N95 dan KN95 yang sering digunakan oleh tenaga kesehatan yang kontak langsung dengan pasien Covid-19.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa masker jenis N95 dan KN95 sebenarnya juga digunakan dalam kepentingan industri. Hanya saja, memiliki spesifikasi yang berbeda dengan masker respirator yang khusus untuk tenaga kesehatan.
"Masker N95 dan KN95 ini juga digunakan di industri pengecatan, industri pertambangan, industri perminyakan yang memang mereka harus menggunakan masker untuk mencegah gangguan inhalasi terhadap polusi dan lain-lain. Tetapi tentunya ini bukan masker yang N95 dan KN95 yang diperuntukkan untuk medis," kata Plt. Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Drg. Arianti Anaya, MKM., dalam konferensi pers virtual, Minggu (4/3/2021).
Ia menjelaskan bahwa masker khusus medis tentunya memiliki filtrasi bakteri lebih baik sehingga efektif untuk mencegah paparan bakteri, virus, dan kuman.
Namun, secara fisik masker N95 dan KN95 khusus medis maupun bukan memang sulit dibedakan.
"Baru bisa dilihat setelah dilakukan pengujian. Tentunya yang pasti masker non medis ini tidak memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan karena tidak memenuhi standar uji sebagai alat kesehatan," ucapnya.
"Masyarakat harus hati-hati dalam memilih masker non medis, tapi mengklaim sebagai masker medis," imbuh Arianti.
Untuk menghindari kesalahan pemilihan masker medis, Kemenkes meminta tenaga kesehatan juga masyarakat agar membeli masker yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan.
Baca Juga: Rilis Masker Non-medis, Stayhoops Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan
Ariani menyampaikan, izin edar pasti tercantum di dalam kemasan masker atau juga bisa memastikan melalui situs infoalkes.kemkes.go.id
"Tenaga kesehatan atau masyarakat jika menemukan masker yang dicurigai tidak memenuhi standar maka diminta untuk segera melapor. Kita punya jalur ewatch.alkes.kemkes.go id. itu bisa melalui pengaduan atau melalui halo Kemkes 1500567," ucapnya.
Berita Terkait
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
4 Clay Mask Peppermint dengan Sensasi Cooling untuk Hempas Minyak Membandel
-
5 Clay Mask Mugwort Lokal untuk Wajah Lebih Bersih, Tenang, dan Bebas Kilap
-
Raja Antioksidan! 4 Masker Astaxanthin untuk Lawan Penuaan dan Flek Hitam
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia