Suara.com - Klaim yang menyebut susu UHT tidak boleh dipanaskan sudah ada sejak lama. Sebab, nutrisi pada susu UHT bisa hilang jika dipanaskan. Mitos atau fakta ya?
Ya, minum susu hangat disebut baik untuk kesehatan. Minum susu hangat sebelum tidur bahkan bisa membantu seseorang untuk tidur lebih nyenyak.
Tapi untuk susu ultra high temperature (UHT) yang sudah dimasak atau dipanaskan sebelumnya, bolehkah dipanaskan kembali? Benarkah bisa menghilangkan nutrisi jika dipanaskan?
Hal ini dibenarkan Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia (FFI), Andrew F. Saputro yang mengatakan susu UHT boleh dipanaskan kembali, dengan catatan tidak terlalu lama terpapar suhu didih air atau mencapai 100 derajat celcius.
"Kami sarankan kalau ingin memanaskan itu jangan biarkan mendidih lebih dari 2 menit. Mendidih di sini maksudnya sampai suhu 100 derajat," ujar Andrew dalam acara webinar Frisian Flag Indonesia, Selasa (6/4/2021).
Berdasarkan pemaparan yang didapatkan Andrew dari ahli teknologi dan sains FFI, jika susu UHT terlalu lama terpapar suhu 100 derajat celcius lebih dari 2 menit, maka dikhawatirkan bakteri baik yang ada di susu akan hilang dan perlahan kandungan nutrisi di dalamnya semakin berkurang.
"Informasi dari technology di pabrik, pada prinsipnya nutrisi yang ada di susu bisa alami perubahan atau menurun kadarnya ketika dipanaskan sampai waktu yang lama," terang Andrew.
Sementara itu, dalam susu terkandung 9 nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, vitamin A, D, dan B12, kalsium, kalium, fosfor, riboflavin, niacin, seng, dan magnesium.
Adapun menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, khusus untuk kalsium, vitamin D dan kalium adalah 3 nutrisi yang paling jarang didapatkan orang dewasa dan selalu kekurangan setiap harinya.
Baca Juga: Viral Bidan Cerita Bayi Pasiennya Diberi Susu Kambing, Apa Bahayanya?
Sehingga The Dietary Guidelines for Americans menyarankan orang yang berusia di atas 9 tahun mengonsumsi 3 porsi gelas susu setiap harinya.
Berita Terkait
-
IDAI Peringatkan BGN terkait Risiko Susu Formula di Program MBG
-
IDAI Kritik Susu Formula di Program MBG, Pangan Lokal Lebih Efektif
-
Resep Kopi Susu Biskuit ala Mikael Jasin, Cocok Temani Weekend di Rumah
-
Pemerintah Harus Kaji Ulang Susu Formula di MBG: Pangan Lokal Lebih Ampuh
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien