Suara.com - Makanan manis memang dapat menambah energi Anda. Tetapi ini hanya bersifat sementara dan cenderung penambahan energi yang kurang menyehatkan.
"Makanan tinggi gula akan memberi Anda lonjakan energi awal, tetapi kemudian tingkat energi akan turun drastis," kata ahli diet Priya Tew.
Sebaliknya, Tew menyarankan untuk fokus pada konsumsi makan makanan seimbang dan camilan dengan biji-bijian kaya serat, karbohidrat, protein, serta lemak sehat.
Selain mengonsumsi manis, ada cara yang lebih baik dan menyehatkan dalam meningkatkan energi, dilansir The Guardian:
1. Ayo bergerak
"Gunakan olahraga untuk hal menyehatkan, bukan 'menghukum' Anda. Temukan cara gerakan yang dapat membuat Anda berenergi, daripada membuat diri Anda lelah," kata Sarah Russell, spesialis olahraga yang menangani penderita kanker.
Russell biasa mendorong pasiennya agar menemukan motivasi untuk tetap bergerak dengan berfokus pada tujuan yang dapat dicapai.
"Bahkan, gerakan 10 menit akan memberi Anda energi. Lakukan peregangan jika Anda mau. Karena melakukan sesuatu selalu lebih baik daripada tidak sama sekali, dan itu akan selalu menghasilkan lebih banyak," sambungnya.
2. Konsumsi karbohidrat
Baca Juga: Tidak Ingin Terlihat Tua? Batasi Konsumsi Gula dan Karbohidrat Olahan
"Alasan utama orang-orang memiliki energi yang rendah adalah karena mereka tidak cukup makan karbohidrat," ujar Tew.
Bertentangan dengan kepercayaan diet selama ini, karbohidrat bukanlah sesuatu yang perlu dihindari.
"Karbohidrat memberi kita glukosa, yang merupakan sumber energi pilihan tubuh. Anda menyeimbangkan energi yang berasal dari karbohidrat dengan mengonsumsi protein dan lemak sehat, karena ini membantu menstabilkan tingkat energi dan memberi Anda energi yang lebih tahan lama," imbuhnya.
3. Jangan lupakan asupan zat besi
Kekurangan zat besi, juga dikenal sebagai anemia, dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, kurang energi dan sesak napas. Ini lebih sering terjadi pada wanita.
Untungnya, kondisi ini dapat diatasi dengan mengubah pola makan.
"Sertakan lebih banyak sayuran berdaun hijau tua, sereal dan kacang-kacangan yang diperkaya zat besi, serta suplemen zat besi, jika perlu. Periksakan kadar zat besi ke dokter jika Anda selalu merasa lelah," tandas Tew.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat