Suara.com - Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Tetapi komplikasi yang kurang diketahui namun sama seriusnya adalah penyakit arteri perifer (PAD).
Ada tiga tanda di kaki Anda bahwa kadar kolesterol tinggi secara konsisten telah menyebabkan PAD berkembang.
Dilansir dari Express UK, kolesterol adalah zat lemak yang ditemukan dalam darah yang dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa dengan menyumbat arteri Anda.
Sementara, PAD dimulai ketika kolesterol LDL ("jahat") berpindah dari darah ke dinding arteri, jelas Harvard Health.
Banyak pasien PAD yang tidak memiliki gejala sama sekali tetapi beberapa orang mungkin mengalami gejala di kaki.
Menurut Harvard Health, nyeri kaki adalah salah satu gejala yang paling umum.
"Pada awalnya, paling merepotkan saat kaki terangkat, terutama di tempat tidur pada malam hari," jelas badan kesehatan tersebut.
Mereka melanjutkan, jika penyakit berkembang, rasa sakit bisa menjadi konstan dan tidak lagi lega dengan duduk atau berdiri.
Pasien dengan PAD sedang hingga berat juga dapat mengembangkan bisul atau masalah kulit lainnya di kaki dan tungkai mereka.
Baca Juga: Cegah Kolesterol Tinggi, 4 Kebiasaan Buruk Berikut Perlu Dihindari
Gejala lain yang mungkin termasuk:
- Rasa dingin di tungkai bawah atau kaki Anda, terutama jika dibandingkan dengan sisi lain
- Perubahan warna kaki Anda
- Rambut rontok atau pertumbuhan rambut lambat di kaki dan tungkai Anda
- Pertumbuhan kuku kaki Anda lebih lambat
- Kulit mengilap di kaki Anda
- Disfungsi ereksi pada pria
NHS juga menyarankan bahwa seorang harus menemui dokter umum jika mengalami nyeri kaki berulang saat berolahraga.
Seperti yang dijelaskan oleh badan kesehatan, banyak orang secara keliru mengira ini hanya bagian dari bertambahnya usia, tetapi tidak ada alasan mengapa orang yang sehat harus mengalami sakit kaki.
"PAD biasanya didiagnosis melalui pemeriksaan fisik oleh dokter umum, dan dengan membandingkan tekanan darah di lengan dan pergelangan kaki Anda," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi