Suara.com - Cakupan vaksinasi Covid-19 yang tinggi sangat bergantung dengan beragam faktor mulai dari ketersediaan vaksin, kesadaran masyarakat untuk bersedia menerima vaksin, serta fasilitas yang mendukung teknis vaksinasi.
Untuk memenuhi target cakupan vaksinasi yang merata, Pemerintah Provinsi Banten bersama teknologi kesehatan SehatQ membuat sebuah sentra vaksinasi yang berpusat di area QBig BSD City, Tangerang.
Dengan sentra vaksinasi ini, diharapkan ada akselerasi program vaksinasi Covid-19 yang lebih luas untuk masyarakat baik bagi pekerja publik maupun kelompok lansia.
Program vaksinasi Covid-19 bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Kecamatan Pagedangan ini berlangsung pada Selasa, 6 April 2021, untuk pemberian dosis pertama dan 20 April mendatang bagi dosis kedua.
Kedua dosis vaksin Covid-19 diperuntukkan bagi warga non-lansia. Sementara itu, warga lansia bisa memperoleh vaksin Covid-19 dosis kedua di Puskesmas Pagedangan, terhitung 28 hari setelah pemberian dosis pertama.
"Persiapan dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang rapi dan lancar bersama ini bisa menjadi contoh bagi program-program vaksinasi yang akan datang di berbagai lokasi lainnya," ujar Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.
Melalui kerja sama ini, SehatQ memberikan kontribusi dalam bentuk layanan pendaftaran calon penerima vaksin serta tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan menjelang vaksinasi, sekaligus pemantauan potensi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).
Kegiatan vaksinasi Covid-19 juga dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan 4M secara ketat yaitu menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker, dan mencuci tangan dengan rutin.
Head of Medical Services SehatQ, dr. Jolinda Johary, M.Med mengatakan pihaknya akan terus mengupayakan sinergi dengan berbagai jajaran, mulai dari tingkat nasional hingga kecamatan untuk mendukung percepatan program vaksinasi Covid-19 termasuk dengan melakukan vaksinasi keliling.
Baca Juga: DKI Jakarta Capai Cakupan Vaksinasi Lansia Tertinggi di Indonesia
"Kami juga akan menambah program vaksinasi keliling terutama bagi zona merah atau wilayah yang menjadi prioritas atau rentan mengalami penyebaran Covid-19 dengan cepat," kata Jolinda melalui siaran pers yang diterima Suara.com, Senin, 12 April 2021.
Dengan demikian, lanjut Jolinda, akan ada semakin banyak masyarakat yang mendapatkan vaksin Covid-19 hingga harapan menghentikan rantai penyebaran infeksi virus yang telah menyebabkan pandemi selama lebih dari setahun terakhir segera berakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem