Suara.com - Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal medis Brain, kehilangan kesenangan yang secara klinis disebut anhedonia mungkin merupakan karakteristik dari demensia frontotemporal (FTD).
Ini adalah suatu kondisi yang umum menggambarkan sekelompok gangguan otak di mana memengaruhi lobus frontal dan temporal otak.
Area otak yang terpengaruh oleh kondisi biasanya terjadi pada orang berusia antara 40 hingga 65 tahun yang dikaitkan dengan kepribadian, perilaku, dan bahasa.
Melansir dari Eat This, Profesor Muireann Irish dari University of Sydney's Brain and Mind Centre dan Sekolah Psikologi di Fakultas Sains yang merupakan penulis utama studi ini menjelaskan bahwa dia dan timnya ingin menentukan apakah orang yang hidup dengan berbagai jenis demensia mengalami kesenangan dengan cara yang sama seperti ketika mereka sehat.
Mereka menggunakan kelompok studi yang terdiri dari 172 peserta, 87 orang FTD dan 34 dengan penyakit Alzheimer.
"Kami menemukan bahwa pasien dengan demensia frontotemporal menunjukkan penurunan kebahagiaan," kata Profesor Irish.
"Kami tidak menemukan kehilangan kesenangan yang mencolok pada pasien dengan penyakit Alzheimer," imbuhnya.
Kemudian, mereka juga menggunakan teknologi pencitraan untuk memastikan bahwa hilangnya kesenanagan ini terkait dengan kemunduran sistem kesenangan otak.
"Kami tahu (orang-orang dengan FTD) menjadi sangat pendiam dan sangat apatis serta kehilangan minat dalam keterlibatan sosial, dalam hobi yang dulu mereka kejar," kata Profesor Irish.
Baca Juga: Lansia yang Atasi Sleep Apnea Alami Risiko Demensia Lebih Rendah
"Mereka akhirnya menjadi sangat menyendiri dan terisolasi. Semua tanda-tanda ini menunjukkan mungkin ada hal yang tumpul atau berkurangnya kesenangan pada pasien ini, dan itulah yang kami temukan dalam penelitian ini," imbuhnya.
Profesor Irish berharap temuannya akan mendorong terapi pengobatan baru.
"Sangat membantu untuk memahami bahwa perubahan dalam perilaku bukanlah hasil dari sikap sulit atau berlawanan. Ini didorong oleh otak," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga