Suara.com - Pola makan seorang setiap hari sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi tubuh. Oleh sebab itu penting memiliki pola makan yang sehat.
Karena menurut penelitian yang diterbitkan oleh BMC Medicine, sejumlah pola makan tertentu bisa menyebabkan penyakit jantung bahkan hingga kematian.
Salah satunya asupan pola makan seperti mengkonsumsi cokelat dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan kematian, yang terjadi pada orang berusia paruh baya.
Menurut penulis studi Carmen Piernas, penyakit jantung atau kardiovaskular menjadi penyebab utama pada kematian di Inggris, dengan pola makan buruk yang menjadi penyebabnya.
“Diet yang paling umum biasa mengkonsumsi nutrisi dibanding makanan manis. Temuan kami juga membantu mengidentifikasi makanan dan minuman tertentu, yang biasa dimakan pada masyarakat Inggris yang meningkatkan risiko jantung dan juga kematian,” ungkapnya, yang dilansir dari Medical Express.
Para peneliti dari Universitas Oxford Inggris juga menganalisis dua pola makan, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian yang terjadi pada usai paruh baya.
Pola makan yang pertama yakni cokelat, penganan, mentega, roti, buah, dan sayuran segar. Sedangkan yang kedua yaitu gula, jus buah, cokelat, penganan, mentega, dan keju berlemak tinggi.
Selain itu, peneliti juga menemukan kelompok yang tidak memasukkan pola makan yang sehat, sehingga dalam kelompok tersebut berisiko mengalami obesitas dan penyakit jantung pada usia 60 tahun.
Lewat analisis data yang dikumpulkan dari 116.806 orang dewasa dari Inggris, Skotlandia, dan Wales pada tahun 2006 dan 2010, peserta dalam data tersebut berusia 37 sampai 73 tahun. Setelahnya, peneliti menganalisis terkait asupan nutrisi bagi para partisipan, dengan risiko penyakit jantung dan catatan kematian pada tahun 2017 dan 2020.
Baca Juga: 60 Orang Dikremasi Tiap Hari di India karena Lonjakan Kematian
Pola diet dengan mengkonsumsi minuman manis, jus buah, dan makanan berbahan pengawet, ditemukan memiliki risiko penyakit jantung dan kematian, meski kelompok ini masih melakukan akktivitas fisik, merokok, dan hidup dengan obesitas. Tidak hanya kelompok pria saja, melainkan wanita juga rentan berisiko.
Studi terkait risiko jantung dan pola makan ini bersifat observasi, dan belum ada kesimpulan lebih lanjut dan masih perlu diselidiki.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin