Suara.com - Insentif tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan Covid-19 tahun 2020 telah dibayarkan oleh Kementerian Kesehatan. PLT Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari mengatakan, total telah Rp 580 miliar yang dibayarkan hingga 5 Mei 2021.
Insentif tersebut tersebar hingga 914 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) dengan jumlah tenaga kesehatan lebih dari 97 ribu.
"Hingga hari ini, 5 Mei 2021, itu untuk tunggakan tahun 2020 yang pada saat kami menyampaikan ada tunggakan sebesar Rp 1,48 triliun, sudah tahap 1 disetujui dan dibuka blokir Rp 581 miliar dan telah bisa diselesaikan, disetujui untuk dibayarkan Rp 580 miliar," papar Kirana dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/5/2021).
Ratusan fasyankes itu terdiri dari rumah sakit TNI-Polri, runah sakit vertikal, BUMN, RS Kementerian/Lembaga lain, KKP, Rumah Sakit lapangan, Balai, dan RS swasta.
"Alhamdulillah sudah bisa diselesaikan atau disetujui pembayarannya. Kemudian masih ada review atas tunggakan 2020. Kami atas dukungan dari BPKP, sudah diverifikasi internal di Kemenkes dan di-review oleh BPKP, kemudian kami mengajukan ke Kementerian Keuangan dan sudah disetujui buka blokir kedua sebesar Rp 231 miliar," imbuhnya.
Selain itu, Kemenkes juga mulai lakukan pembayaran untuk para peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) per hari ini. Insentif PPDS besarnya sekitar Rp 104 miliar untuk 12.425 peserta.
"Sudah disetujui sehingga kami akan proses pembayaran mulai hari ini," katanya.
Sementara itu, untuk usulan pencairan insentif nakes di rumah sakit daerah tercatat ada 2.740 fasyankes yang mengisi data di aplikasi dengan nilai usulan sebesar Rp 405,7 miliar. Kirana mengatakan, untuk pembayaran insentif nakes tahun 2021, hingga saat ini dalam proses persetujuan sebesar Rp 148 miliar dengan jumlah nakes 22.603 orang.
"Jadi kami sangat mengharapkan juga untuk yang anggaran pusat segera diverifikasi di masing-masing faskes untuk kami bisa melakukan proses pembayaran," ucapnya.
Baca Juga: Pandemi Covid-19 Bikin Insomnia Tenaga Kesehatan Meningkat
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat