Suara.com - Vaginismus adalah suatu disfungsi seksual pada wanita, yang membuat otot-otot vaginanya mengencang ketika melakukan hubungan seks atau penetrasi. Masalah seksual ini menyerang 0,5 persen wanita di dunia.
Wanita dengan masalah vaginismus ini biasanya enggan berhubungan seks karena terasa menyakitkan. Karena, beberapa atau semua jenis penetrasi vagina tidak bisa dilakukan.
Kondisi ini merupakan reaksi otomatis tubuh terhadap rasa takut akan penetrasi dan otot-otot vagina akan mengencang dengan sendirinya ketika mencoba penetrasi.
Umumnya, vaginismus bisa disembuhkan. Sedangkan, penyebab vaginismus sendiri belum jelas, tapi ada beberapa faktor yang bisa menjadi pemicunya, antara lain:
- Takut ukuran vagina terlalu kecil untuk penetrasi
- Pengalaman seksual pertama kali yang buruk atau menyakitkan
- Pemeriksaan medis pada vagina yang tidak menyenangkan
- Beprikir hubungan seks itu memalukan
- Memiliki masalah medis yang menyakitkan, seperti sariawan
Lalu, apakah wanita dengan vaginismus bisa hamil?
Jika Anda menderita vaginismus dan ingin memiliki anak, Anda mungkin mulai bertanya-tanya seberapa besar peluangnya untuk hamil.
Karena dilansir dari Express, vaginismus membuat wanita kesulitan berhubungan seks. Maka, secara alami vaginismus akan menahan kehamilan sampai Anda bisa melakukan hubungan seks penetrasi.
Karena itu, para ahli mendorong wanita untuk terus berusaha mengatasi vaginismus agar bisa melakukan hubungan seks yang nyaman dan memiliki keturunan.
Meskipun Anda bisa hamil dengan metode IVF tanpa mengobati vaginismus, Anda tetap akan mengalami kesulitan ketika tiba masa persalinan.
Baca Juga: Usai Suntik Vaksin AstraZeneca, Lansia Alami Memar Parah dan Gusi Berdarah
Vaginismus yang diabaikan atau tidak diobati bisa menimbulkan beberapa masalah selama kehamilan. Tapi, biasanya tidak akan menghalangi proses persalinan pervaginam yang sesungguhnya.
Wanita dengan vaginismus mungkin bisa melahirkan normal secara alami, sama seperti wanita lain tanpa vaginismus. Namun, mereka tetap akan menghadapi kesulitan selama pemeriksaan panggung dan prosedur pra atau pasca persalinan lainnya.
Bahkan pemeriksaan rutin selama kehamilan akan sulit bagi kebanyakan wanita dengan vaginismus. Mereka mungkin akan mengalami kejang atau sesak panggul selama pemeriksaan rutin.
Karena itulah, wanita dengan vaginismus disarankan untuk mengobati kondisinya sebelum persalinan. Pastikan ke dokter bahwa opsi perawatan medis sesuai dengan kondisi Anda dan tidak ada risiko yang berbahaya.
Beberapa wanita dengan vaginismus memang berhasil sembuh atau sedikit membaik setelah mengalami proses persalinan tanpa pengobatan. Tapi, beberapa wanita lainnya mungkin akan lebih buruk karena hal itu.
Seseorang dengan vaginismus bisa mengalami trauma tambahan atau nyeri setelah proses persalinan, yang akhirnya akan memperburuk masalah vaginismus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026