Suara.com - Baru-baru ini ramai diberitakan seorang pemuda 22 tahun bernama Trio Vauqi Firdaus meninggal dunia sehari setelah disuntik vaksin AstraZeneca di Jakarta. Dikatakan oleh Kakaknya Sabbihis Fathun Vickih, almarhum sempat mengeluhkan gejala sakit kepala luar biasa, sakit di sekujur tubuh, lemas dan juga demam.
“Sakit kepala hebat, yang kedua sakit di sekujur tubuhnya, tulang-tulangnya. Lalu lemas dan demam. Ibu saya malam hari sempat menawarkan apa perlu ke dokter, atau minum obat di warung? Adik saya menolak, karena dia takut,” ceritanya, sebagaimana yang dikutip dari berita Suara.com, Senin (10/5/2021).
Atas kejadian tersebut, bagaimana reaksi masyarakat terhadap hal itu. Menurut Vio, karyawan swasta berusia 23 tahun, dirinya sedikit lebih hati-hati saat ingin divaksin.
“Nggak tau ya sebab meninggalnya apa, karena Kemenke saja bilang harus dikaji lagi, harus di investigasi lagi. Tentu hal ini pasti bikin parno semua orang. Tanggapan saya untuk pemerintah, mending tidak mewajibkan semua orang untuk vaksin, tapi biarlah menjadi kemauan mereka sendiri. Mau atau tidak,” ungkapnya saat dihubungi Suara.com, Senin (10/5/2021).
Ia menambahkan, dirinya telah divaksin Sinovac, namun sejauh ini tidak ada gejala seperti dan demam. “Jadi ya biasa aja. Cuma kejadian ini tentu saya was-was, kalau keluarga saya vaksin, pasti mereka menolak karena khawatir,” pungkasnya.
Sementara itu, menurut Khaira, yang juga bekerja sebagai karyawan swasta berusia 24 tahun, sudah seharusnya Pemerintah melakukan penundaan penggunaan vaksin AstraZeneca.
“Sembari Komda dan Komnas KIPI merampungkan kajian dan investigasi. Upaya itu perlu dilakukan untuk meminimalisir kejadian tidak diinginkan kedepannya,” jelasnya Khaira.
Khaira menambahkan, bahwa dirinya memang telah mendapat informasi bahwa vaksin asal Inggris tersebut memang sering diduga dapat menyebabkan pembekuan darah atau yang disebut blood clot. Sehingga Indonesia perlu berkaca pada beberapa negara.
“Seperti Inggris yang menghentikan penggunaan pada usia 30 tahun ke bawah. Filipina juga sempat menghentikan sementara penggunaan AstraZeneca pada usia non-lansia. Bahkan Malaysia sendiri secara permanen tidak bakal menggunakan vaksin itu lagi,” ungkapnya.
Baca Juga: BPOM AS Keluarkan Izin EUA Vaksin Covid-19 Pfizer untuk Anak
Pada kesempatan yang sama, menurut Arga dirinya belum mendengar kasus kematian akibat vaksin AstraZeneca.
“Kebetulan saya sudah dapat vaksin ya sebelumnya. Terkait vaksin AstraZeneca sebelumnya saya belum pernah mendengar kasus kematian. Tapi ternyata ada ya, tanggapan saya sih lebih baik di publikasi lebih baik saja,” jelas Arga, karyawan swasta, berusia 27 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien