Suara.com - Kabar keguguran Aurel Hermansyah tengah menjadi perhatian publik. Aurel dan Atta Halilintar yang sudah tak sabar menantikan anak pertama harus merelakan calon buah hatinya yang tidak bisa berkembang dalam kandungan.
Aurel Hermansyah pun sempat mengunggah hasil USG miliknya dan menyematkan kalimat perpisahan dengan calon buah hatinya di Instagram.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Selamat jalan anakku sayang. Doain mama dan papa dari surga ya," tulis Aurel Hermansyah sebagai caption pada Selasa (18/5/2021).
Keguguran tentu menyakitkan bagi seorang calon ibu. Di sisi lain, keguguran bisa terjadi pada setiap calon ibu, tergantung pada kondisinya. Berikut ini dilansir dari Pregnancy Birth & Baby, beberapa jenis keguguran yang harus dipahami oleh setiap calon ibu.
1. Keguguran yang mengancam
Saat tubuh menunjukkan tanda-tanda Anda mungkin mengalami keguguran itu disebut keguguran terancam. Tanda-tanda ini biasanya muncul berupa pendarahan vagina atau sakit perut bagian bawah. Kondisi itu bisa bertahan berhari-hari atau berminggu-minggu dan serviks masih tertutup.
Rasa sakit dan perndarahan ini bisa hilang sehingga Anda bisa terus mengalami kehamilan berikutnya dan memiliki bayi yang sehat. Tapi, kondisi ini juga bisa menjadi lebih buruk dan Anda terus berisiko mengalami keguguran.
2. Keguguran tak terhindarkan
Keguguran yang tak terhindarkan ini bisa terjadi setelah ancaman keguguran tanpa peringatan. Biasanya, wanita mengalami lebih banyak perdarahan vagina dan kram perut bagian bawah yang kuat.
Baca Juga: Peneliti Sebut Mual Hingga Mata Merah Jadi Gejala Virus Corona Varian Baru
Selama keguguran, serviks akan terbuka dan janin yang sedang berkembang akan keluar melalui pendarahan tersebut.
3. Keguguran total
Keguguran total terjadi ketika semua jaringan kehamilan telah meninggalkan rahim Anda. Pendarahan vagina bisa berlanjut selama beberapa hari.
Nyeri kram, seperti persalinan atau nyeri haid yang kuat biasanya terjadi sebagai tanda rahim berkontraksi untuk mengosongkannya. Jika Anda mengalami keguguran di rumah sakit tempat lain tanpa petugas medis, Anda harus cepat memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan keguguran sudah selesai.
4. Keguguran tidak tuntas
Keguguran tidak tuntas menggambarkan keguguran yang masih meninggalkan beberapa jaringan kehamilan tetap berada di dalam rahim. Pendarahan vagina dan kram perut bagian bawah bisa berlanjut ketika rahim terus berusaha mengosongkan bagiannya sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital