Suara.com - Bagi seorang ibu, kehilangan bayi yang begitu mereka harapkan merupakan pengalaman yang menyakitkan. Hal inilah yang tengah dialami Aurel Hermansyah, yang baru saja keguguran calon buah hati pertamanya.
Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Atta Halilintar, Aurel begitu bersedih saat menceritakan kronologis saat ia kehilangan janinnya. Putri Anang Hermansyah dan Krisdayanti ini mengatakan jika ia sempat mengalami pendarahan dan perut yang terasa melilit.
"Hari sebelum Lebaran itu aku sempat pendarahan tapi sedikit, akhirnya aku bedrest total. Pas pulang ke rumah udah agak banyak darahnya, jam 11 malam tuh perutku sakit banget, kayak mau haid tapi lebih sakit berkali-kali lipat,” ujarnya.
Akhirnya, Aurel bersama Atta mengkonsultasikan langsung ke dokter tentang kehamilannya. Dokter pun meminta maaf karena Aurel mengalami keguguran.
"Terus abang nemenin sampai jam dua pagi, dokter bilang biasanya itu kontraksi, makannya itu sakit, nah ternyata pas sakit itu sepertinya dia keluar gitu, akhirnya baru ke dokter tadi, benar, dokter bilang ‘maaf banget ya bapak ibu’,” ucap Aurel.
Saat keguguran seperti Aurel, perempuan harus menjalani apa yang disebut sebagai penyembuhan emosional.
"Saya pikir salah satu aspek yang paling sulit dihadapi seorang perempuan setelah keguguran adalah tingkat kecemasan yang dia derita setelah episode traumatis," kata Dr. Ricardo Huete, M.D., Kepala OB-GYN dari Torrance Memorial Medical Center di California, seperti dilansir Parents.
"Kita perlu ingat bahwa setiap orang berbeda dalam menghadapi situasi stres; setiap orang membutuhkan pendekatan dan kepastian individu," jelasnya lagi.
Keguguran, lanjut dia juga dapat menyebabkan depresi pascapersalinan dan emosi intens lainnya. Terlebih lagi, "banyak pertanyaan muncul setelah (keguguran)," jelas Dr. Huete.
Baca Juga: Keguguran, Yuni Shara Semangati Aurel Hermansyah
"Seorang wanita mungkin mempertanyakan kapasitasnya dalam mengandung atau mungkin ada rasa bersalah yang kuat, seringkali dari pemikiran bahwa dia telah melakukan sesuatu yang salah yang mempengaruhi kehamilannya. Ada juga pertanyaan tentang bagaimana dia bisa mencegahnya," katanya lagi.
Untuk penyembuhan, mungkin ada gunanya mencoba beberapa cara berikut untuk menghormati kehilangan Anda:
- Tanam sesuatu untuk mengenang kehilangan yang akan menumbuhkan kehidupan baru, seperti pohon atau semak berbunga di halaman Anda.
- Belilah benda kenangan, seperti patung, kalung, atau bingkai foto dari hasil USG atau apapun yang berhubungan dengan janin Anda.
- Hubungi ibu lain yang pernah mengalami kehilangan — berbicara dengan seseorang yang memiliki perasaan yang sama dengan Anda dapat membantu. Atau cukup bersandar pada seorang teman yang akan mendengarkn Anda dengan tulus dan menawarkan dorongan.
- Cobalah menulis jurnal kepada bayi Anda sambil menuliskan perasaan Anda.
- Pilih lagu khusus atau inspiratif untuk didengarkan yang bermakna atau membangkitkan semangat Anda.
- Bicaralah dengan dokter Anda jika kesedihan mengganggu kehidupan sehari-hari Anda.
Bersamaan dengan penyembuhan emosional dari keguguran, Dr.Huete merekomendasikan agar semua perempuan yang mengalami keguguran mengikuti rekomendasi yang diketahui untuk penyembuhan fisik, terutama dalam persiapan untuk kehamilan di masa depan, seperti mengurangi asupan alkohol, menghentikan penggunaan obat-obatan dan merokok, mengonsumsi vitamin, asupan nutrisi yang baik, dan menjaga pola olahraga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global