Suara.com - Sebagian besar infeksi virus corona Covid-19 atau sekitar 80 persen cenderung bergejala ringan dan bisa pulih dengan perawatan standart. Tapi pada kasus lainnya, virus corona Covid-19 juga bisa menyebabkan gejala parah dan bisa memengaruhi fungsi vital tubuh.
Kebanyakan orang mengalami gejala awal virus corona Covid-19 yang sama. Tapi, tingkat keparahannya kemungkinan besar baru terlihat pada hari ke-5, Khususnya bagi mereka yang memiliki risiko sama.
Tingkat keparahan gejala virus corona Covid-19 ini bisa terjadi akibat badai sitokin dalam tubuh, yang menyebabkan sistem kekebalan melepaskan tubuh otomatis mematikan sel-sel sehat. Sedangkan, faktor lain yang bisa meningkatkan keparahan adalah genetik dan komorbiditas.
Gejala virus corona Covid-19 yang semakin parah tentunya membutuhkan penanganan medis segera. Karena itu dilansir dari Times of India, semua orang perlu menyadari 3 gejala utama yang menandakan virus corona Covid-19 Anda sudah berkembang lebih buruk dan berbahaya.
1. Demam menetap
Demam adalah salah satu gejala umum infeksi virus corona Covid-19. Tapi, demam tinggi yang tidak turun setelah 4-5 hari setelah terinfeksi perlu diwaspadai. Menurut Dr Verghese, pasien virus corona harus sangat berhati-hati dengan lamanya demam berlangsung selama 7 hari pertama infeksi.
Jika mereka mengalami demam yang tidak pernah turun atau kembali lagi setelah 1-2 hari turun, maka kondisi itu bisa menjadi peringatan infeksi virus corona Covid-19 semakin buruk.
2. Batuk yang menyakitkan
Batuk yang terlalu kuat, terus-menerus dan menyakitkan bisa menjadi pertanda infeksi virus corona Covid-19 semakin parah.
Baca Juga: Perbedaan Flu Biasa dan Corona, Ini Gejala dan Keluhannya
Karena, batuk yang terlalu dalam, sakit dan tidak menghasilkan dahak bisa menjadi tanda peringatan paru-paru dan organ pernapasan terinfeksi akut.
Batuk terus-menerus disertai sesak napas dan iritasi juga bisa menjadi tanda pneumonia, yaitu infeksi pada kantung udara kecil di dalam tubuh. Batuk kering yang tidak mengeluarkan dahak juga gejala khas virus corona Covid-19.
3. Dada sesak
Ketidaknyamanan di dada atau dada sesak juga termasuk gejala virus corona Covid-19 yang harus diperhatikan. Sensasi nyeri, gangguan di dada atau hidung tersumbat itu gejala yang tidak boleh dianggap enteng.
Karena, virus corona Covid-19 yang sudah menyebar di sepanjang saluran pernapasan bagian bawah dan parah menimbulkan gejala sensasi terbakar di dada, dada sesak, mengi saat bernapas dan nyeri menusuk di sekitar dada.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?