Suara.com - Sebuah tes jari sederhana dapat dilakukan untuk mengetahui apakah seorang berisiko mengalami masalah jantung yang mematikan. Tes ini membantu menunjukkan apakah seseorang memiliki aneurisma aorta tersembunyi - tonjolan di dinding pembuluh yang terhubung ke jantung dan turun ke perut. Bagaimana caranya?
Berita lain adalah seputar virus flu penyebab pandemi flu 1918. Ilmuwan menemukan bahwa virus influenza tersebut telah bermutasi menjadi sebuah varian pada gelombang-gelombang berikutnya. Hal ini diketahui berdasarkan sampel virus berusia satu abad. Seberapa berbahaya?
Baca berita selengkapnya di bawah ini!
1. Tes Jari Sederhana Ini Bisa Ungkap Risiko Penyakit Jantung Mematikan
Seringkali banyak orang terlambat ketika mengalami masalah kesehatan terkait jantung. Tpai, tes ibu jari sederhana ini dapat mengungkapkan apakah seorang berisiko mengalami masalah jantung yang mematikan.
Tes ini membantu menunjukkan apakah seseorang memiliki aneurisma aorta tersembunyi - tonjolan di dinding pembuluh yang terhubung ke jantung dan turun ke perut.
2. Studi Jerman: Virus Penyebab Pandemi Flu 1918 Telah Bermutasi Menjadi Lebih Menular
Ilmuwan menemukan virus influenza yang menyebabkan pandemi flu 1918 telah bermutasi menjadi sebuah varian pada gelombang-gelombang berikutnya. Hal ini diketahui berdasarkan sampel virus berusia satu abad.
Baca Juga: Sering Tidak Disadari, Ini Gejala Diabetes Tipe 1 yang Sering Dialami Anak
Para peneliti mengatakan munculnya varian virus influenza memang sudah mereka duga sebelumnya, yang pada akhirnya akan dihadapi manusia.
3. Sering Tidak Disadari, Ini Gejala Diabetes Tipe 1 yang Sering Dialami Anak
Kasus diabetes pada anak sempat meningkat di Indonesia pada tahun 2005 dan 2009. Meski demikian, peningkatan ini tidak sebesar seperti dulu.
Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Ensocrine Dr. dr. Nanis Sacharina Marzuki.
4. BPOM RI Sampaikan Hasil Pengujian Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547, Apa Katanya?
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memastikan tidak ada keterkaitan antara vaksin AstraZeneca nomor batch CTMAV547 dengan laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
"Berdasarkan hasil penguji tersebut, dapat disangkal bahwa tidak ada keterkaitan antara mutu vaksin Covid-19 Astrazeneca nomor batch CTMAV547 dengan KIPI yang dilaporkan," terang BPOM melalui keterangan pers yang diterima Suara.com, Kamis (27/5/2021).
5. Usai AstraZeneca, Kini Vaksin Johnson & Johnson Diduga Sebabkan Kematian Warga
Pada Rabu (26/5/2021) kemarin, Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) memulai penyelidikan kematian seorang perempuan di Belgia yang mengalami pembekuan darah dan penurunan trombosit setelah menerima vaksin COVID-19 Johnson & Johnson.
Regulator obat Uni Eropa itu mengaku telah meminta produsen asal AS tersebut agar melakukan serangkaian riset tambahan guna membantu menilik adanya kemungkinan hubungan antara vaksin dan kondisi pembekuan darah serius namun jarang terjadi, yang disebut thrombosis with thrombocytopenia syndrome (TTS).
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas