Apa argumen untuk penularan dari hewan ke manusia?
Banyak ilmuwan percaya bahwa asal mula alami lebih mungkin terjadi dan tidak melihat bukti ilmiah yang mendukung teori kebocoran laboratorium. Kristian G. Andersen, seorang ilmuwan di Scripps Research yang telah melakukan penelitian ekstensif pada virus corona, Ebola, dan patogen lain yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia, mengatakan urutan genom serupa terjadi secara alami pada virus corona dan tidak mungkin dimanipulasi dengan cara yang dijelaskan Baltimore untuk eksperimen.
Ilmuwan yang menyukai hipotesis asal mula alam sebagian besar mengandalkan sejarah. Beberapa penyakit baru yang paling mematikan di abad yang lalu telah dilacak pada interaksi manusia dengan satwa liar dan hewan peliharaan, termasuk epidemi SARS pertama (kelelawar), MERS-CoV (unta), Ebola (kelelawar atau primata non-manusia) dan virus Nipah (kelelawar).
Sementara sumber hewan belum diidentifikasi sejauh ini, bukti dari kios di bagian satwa liar di pasar satwa liar di Wuhan setelah wabah dinyatakan positif, menunjukkan hewan yang terinfeksi atau manusia yang menangani hewan.
Adakan info baru yang bisa dipakai untuk membuktikan salah satu teori itu?
Surat para ilmuwan tanggal 4 Maret kepada WHO memfokuskan kembali perhatian pada skenario kebocoran laboratorium, tetapi tidak memberikan bukti baru. Juga tidak ada bukti pasti tentang asal usul alam yang muncul.
Presiden AS Joe Biden pada 26 Mei mengatakan staf keamanan nasionalnya tidak percaya ada informasi yang cukup untuk menilai satu teori lebih mungkin daripada yang lain. Dia menginstruksikan pejabat intelijen untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang dapat mendekati kesimpulan definitif dan melaporkan kembali dalam 90 hari. [ANTARA]
Tag
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
-
Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan