Suara.com - Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 31 Mei lalu, pakar kesehatan kembali mempeingatkan bahaya rokok bagi anak muda.
Diungkapkan oleh dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), M.Pd.Ked dari RSUP Persahabatan, zat-zat kimia di dalam rokok bersifat karsinogenik yang memiliki dampak berbahaya.
“Dulu ada 40.000 bahan yang berbahaya, sekarang sudah ada 7.000 bahan bahaya yang sudah diteliti. Utamanya nikotin yang bisa bikin seseorang susah berhenti,” ungkapnya pada acara 'Berhenti Merokok, Apapun Jenisnya?', Selasa (2/5/2021).
“Kemudian ada tar yang bisa berkumpul di paru dan lama-lama bisa menyebabkan paru mengalami kerusakan,” ungkapnya lebih lanjut.
Lalu, seberapa bahaya rokok bagi seseorang? Dr. Feni Fitriani mengatakan bahaya kesehatan rokok bisa bersifat jangka pendek dan jangka panjang. Salah satunya iritasi saluran napas.
“Buat sebagian orang yang sudah merasa adiktif, dia akan meneruskan kebiasaannya. Terutama anak muda yang bisa mengakibatkan infeksi saluran napas, tangannya bau, dan kebersihan gigi akan mengganggu,” imbuhnya.
Sedangkan bahaya kesehatan jangka panjang bisa berakhir pada kanker. Dan ini biasanya baru akan dirasakan efeknya setelah lebih dua puluh tahun. Dikatakan dr. Feni, rata-rata kanker paru 80-90 persen terjadi pada orang yang merokok.
Selain kanker paru, perokok juga berisiko mengalami kekambuhan asma dan terkena jenis kanker lainnya, seperti kanker pita suara, kanker payudara, hingga kanker mulut dan lidah yang disebabkan dari zat karsinogenik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak