Suara.com - Virus corona Covid-19 bisa menyerang seseoranh dengan gejala ringan hingga parah. Tapi, sebuah penelitian menemukan pasien virus corona dengan gejala ringan sekalipun bisa mengalami masalah kejiwaan jangka panjang.
Beberapa gejala virus corona mungkin juga lebih umum pada mereka dengan gejala ringan daripada pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Penulis utama, Dr Jonathan Rogers di University College London, mengatakan gejala neurologis dan psikiatri adalah kondisi yang umumnya menyerang pasien virus corona dengan gejala parah. T
api sebaliknya, ia justru menemukan gejala ini nampak lebih umum pada kasus infeksi virus corona ringan.
Tim penelitian dari London ini berusaha mencaritahu penyebab infeksi virus corona Covid-19 bisa mempengaruhi kesehatan mental dan otak, yang menyebabkan gejala psikiatri dan neurologis.
Mereka mengumpulkan data dari 215 penelitian di 30 negara, yang melibatkan 105.000 pasien virus corona bergejala berat dan ringan.
Pada seluruh kelompok, 23 persen orang mengalami depresi dengan prevalensi antara 12 hingga 40 persen. Sementara itu, 16 persen mengalami kecemasan dengan data berkisar antara 6 dan 38 persen.
Para peneliti mengatakan gangguan psikiatri ini nampaknya sangat lazim. Tapi, mereka tidak mendokumentasikan beberapa proporsi pasien yang sudah memiliki riwayat penyakit mental.
Dr Rogers mengatakan bahwa penelitian ini tidak melihat betapa lama masalah ini bertahan, tetapi sebuah penelitian terpisah yang belum diterbitkan oleh timnya telah mencari tahu hal tersebut.
Baca Juga: Penyintas Covid-19 Justru Terlindungi dari Infeksi Ulang Selama 10 Bulan, Ini Temuan Ahli!
Pada pasien virus corona Covid-19 yang pulih, prevalensi depresi dan kecemasannya nampak sedikit lebih rendah daripada fase akut untuk depresi yang hanya 13 persen, meskipun tidak untuk kecemasan yang mencapai 19 persen.
"Namun, kondisi ini nampaknya tidak membaik seiring waktu. Jadi, sepertinya orang membaik setelah keluar dari rumah sakit tapi mereka mungkin terjebak dengan gejala ini selama beberapa bulan," Dr Rogers dikutip dari The Sun.
Studi ini juga menemukan bahwa kehilangan indra penciuman adalah gejala neurologis yang paling umum, setidaknya mempengaruhi 43 persen orang.
Sekitar 40 persen orang mengalami kelemahan, 38 persen mengalami kelelahan, 37 persen kehilangan indra pengecap, 25 persen alami nyeri otot dan 21 persen alami sakit kepala.
Sakit kepala dan kelelahan sedikit lebih sering terjadi pada orang dengan gejala ringan dibandingkan dengan mereka yang dirawat di rumah sakit, meskipun tidak di ICU.
Tapi, tidak ada cukup data untuk memisahkan tingkat penyakit kesehatan mental dengan tingkat keparahan infeksi virus corona.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!