Suara.com - Virus corona Covid-19 adalah penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan. Karena itu, semua orang perlu memperkuat sistem pernapasan untuk mengurangi risiko infeksi dan tingkat keparahan infeksi.
Karena virus corona adalah penyakit sistem pernapasan yang merusak jantingan paru-paru, menyebabkan sesak napas dan pembentukan lendir.
Maka, latihan pernapasan sebelum dan sesuai terinfeksi virus corona bisa membantu membersihkan saluran udara dan meningkatkan kapasitas paru-paru.
Meskipun ada beberapa jenis latihan pernapasan yang bisa Anda lakukan setelah pulih dari infeksi virus corona, tapi ada pula latihan pernapasan yang harusnya dihindari.
Sebab, latihan pernapasan tertentu bisa memberi terlalu banyak tekanan pada saluran pernapasan dan Anda mungkin akan mengalami sesak selama masa infeksi atau fase pemulihan.
Berikut ini dilansir dari Times of India, 3 jenis latihan pernapasan yang sebaiknya dihindari ketika dan sesuai terinfeksi virus corona Covid-19.
1. Kapalbhati Pranayama
Latihan pernapasan jenis ini menghasilkan panas dalam tubuh yang membantu membuang racun dan limbah. Latihan ini bisa meningkatkan metabolisme, fungsi hati dan ginjal.
Tapi, latihan pernapasan ini semacam Teknik pernapasan tingkat lanjut yang memberi banyak tekanan pada organ dalam.
Baca Juga: Varian Baru Virus Corona di Temukan di Nepal, Ini Bahayanya
Maka, latihan ini tidak dianjurkan bagi orang yang menderita asma, masalah jantung atau masalah pernapasan.
Jika Anda latihan pernapasan ini ketika terinfeksi virus corona Covid-19 dengan gejala parah, Anda mungkin saja mengalami pusing dan sesak napas. Bahkan orang dengan tekanan darah tinggi juga harus menghindari latihan ini.
2. Moorcha Pranayama
Latihan pernapasan jenis ini dilakukan dengan cara seseorang bernapas perlahan dan menahannya untuk waktu yang cukup lama.
Moorchha Pranayama adalah teknik pernapasan tingkat lanjut lainnya yang menciptakan pingsan atau sedang melayang.
Latihan pernapasan ini memberikan perasaan euforia, tetapi tidak cocok untuk semua orang. Pasien virus corona Covid-19 dianjurkan tidak melakukan pernapasan ini, karena menahan napas bisa menyebabkan pusing dan memberi tekanan pada paru-paru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya