- RalaliFood meningkatkan kapasitas operasional untuk memenuhi kebutuhan logistik pangan darurat di Indonesia.
- Fokus peningkatan adalah produk unggulan Lanana Ready Meals yang praktis, bergizi, dan tahan lama.
- Perusahaan mengundang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk distribusi bantuan pangan ke wilayah terdampak bencana.
Suara.com - Terutama bagi ibu hamil, menyusui, balita dan bayi. Nutrisi senantiasa dituntut terus tersedia. Namun demikian, hal ini tentu sulit disediakan ketika terjadi bencana alam.
Makanan instan seperti mie atau sejenisnya tidak bisa terus menerus dikonsumsi balita karena bisa berpengaruh pada kesehatannya.
Menanggapi kebutuhan mendesak akan logistik pangan (emergency food) yang cepat dan praktis di tengah potensi bencana alam yang tinggi di Indonesia—sebagai negara yang berada di Ring of Fire—RalaliFood mengumumkan langkah peningkatan kapasitas operasional.
Fokus utama adalah pada kesiapan stok produk unggulannya, Lanana Ready Meals.
Peningkatan kapasitas ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk mendukung upaya tanggap darurat dan memastikan ketersediaan pangan bergizi dapat diakses oleh wilayah terdampak bencana.
Dalam situasi darurat, akses terhadap makanan bersih, bergizi, dan tahan lama sering menjadi kendala utama, dan RalaliFood berupaya menjawab tantangan ini.
"Kami memahami bahwa dalam situasi bencana, kecepatan distribusi dan kepraktisan konsumsi adalah kunci. Oleh karena itu, RalaliFood telah meningkatkan produksi dan menyiagakan stok Lanana Ready Meals," ujar Andry Suhaili, CMO dari RalaliFood.
Andry menambahkan bahwa produk tersebut dirancang khusus untuk kondisi darurat.
Lanana Ready Meals diklaim memiliki beberapa keunggulan penting yang menjadikannya solusi efektif sebagai pangan darurat:
Baca Juga: Prabowo Pastikan Anggaran Huntara dan Huntap Korban Bencana Sumatra Cair, Tapi...
Penyajian Praktis: Produk ini dirancang agar mudah disajikan di tengah keterbatasan fasilitas memasak saat bencana. Konsumen cukup menuangkan air panas dan mendiamkannya selama 10 menit, makanan bergizi siap disantap. Tersedia juga varian Lanana Nasi Goreng yang dapat langsung dimakan tanpa perlu dipanaskan.
Lengkap dengan Protein (Real Food): Produk ini bukan sekadar nasi berbumbu, melainkan menyajikan menu lengkap dengan lauk asli, termasuk daging, ayam, hingga ikan.
Tahan Lama dan Aman Distribusi: Lanana diproduksi menggunakan teknologi sterilisasi vacuum dan diklaim bebas dari pengawet atau bahan tambahan lainnya. Dengan masa simpan hingga 12 bulan di suhu ruang, produk ini dianggap ideal sebagai stok logistik untuk lembaga bantuan maupun persiapan mandiri.
Untuk memastikan rantai pasok tetap terjaga, tim RalaliFood baru-baru ini dilaporkan bekerja intensif memuat ratusan karton produk ke dalam armada logistik.
RalaliFood juga secara terbuka mengundang kolaborasi bagi instansi pemerintah, Organisasi Non-Pemerintah (NGO), serta perusahaan swasta yang memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) dan ingin menyalurkan bantuan pangan.
"Bencana adalah panggilan kemanusiaan. Kami membuka pintu kolaborasi bagi pihak manapun yang ingin bergerak bersama kami untuk menyalurkan bantuan pangan ini ke titik-titik yang membutuhkan," tutup Andry Suhaili.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS